25 May 2026

Get In Touch

Ledakan Tambang Batu Bara di Shanxi China Tewaskan 82 Pekerja

Ilustrasi: Ledakan tambang batu bara di China. (foto: Anadolu)
Ilustrasi: Ledakan tambang batu bara di China. (foto: Anadolu)

JAKARTA (Lentera) - Sebanyak 82 orang dilaporkan tewas akibat ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China utara.

Melansir Anadolu, Minggu (24/5/2026), ledakan terjadi saat ratusan pekerja tengah berada di bawah tanah untuk menjalankan aktivitas penambangan pada Jumat (22/5/2026) malam.

Total terdapat 247 pekerja di dalam tambang batu bara Liushenyu yang berada di Kabupaten Qinyuan ketika ledakan gas terjadi.

Operasi tanggap darurat berskala besar pun dikerahkan ke lokasi kejadian. Petugas penyelamat bekerja di tengah kondisi tambang yang dinilai berbahaya guna mengevakuasi korban serta menilai dampak penuh dari ledakan tersebut.

Pemerintah China langsung bergerak cepat dengan membuka penyelidikan resmi terkait penyebab insiden mematikan itu. Dugaan sementara mengarah pada ledakan gas di area tambang bawah tanah, meski otoritas belum memberikan rincian lebih lanjut.

Presiden China, Xi Jinping, memerintahkan seluruh tim penyelamat untuk mengerahkan upaya maksimal dalam menemukan para pekerja yang masih hilang serta memastikan korban luka mendapatkan penanganan medis secara cepat dan optimal.

Xi juga menegaskan penyelidikan menyeluruh harus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti ledakan. Ia meminta seluruh pihak yang terbukti bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku di China.

Selain itu, Xi menyerukan kepada otoritas di berbagai wilayah China agar memperketat pengawasan keselamatan kerja, khususnya di sektor pertambangan dan industri berisiko tinggi lainnya.

Perdana Menteri China, Li Qiang, turut menginstruksikan jajaran pejabat terkait agar memperkuat koordinasi penyelamatan sekaligus melakukan evaluasi besar-besaran terhadap standar keselamatan industri nasional.

Sementara itu, Wakil Perdana Menteri China, Zhang Guoqing, dikirim langsung ke lokasi kejadian guna mengawasi proses tanggap darurat dan pemulihan pasca ledakan.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.