21 May 2026

Get In Touch

Seluruh Delegasi Flotilla Termasuk WNI Dibebaskan Israel

Kapal Global Sumud Flotilla yang sedang bersandar di perairan internasional dekat Yunani dan Turki, 14 Mei 2026 (Tempo)
Kapal Global Sumud Flotilla yang sedang bersandar di perairan internasional dekat Yunani dan Turki, 14 Mei 2026 (Tempo)

SURABAYA (Lentera) -Seluruh delegasi Global Sumud Flotilla (GSF) dan Freedom Flotilla Coalition (FFC) telah dibebaskan dari penahanan militer Israel, termasuk sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan di Penjara Ktziot, Israel.

Koordinator Media Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Harfin Naqsyabandy, mengatakan para delegasi saat ini sedang dalam proses deportasi.

“Proses pemulangan keluar dari wilayah Israel,” ujar Harfin Naqsyabandy pada Kamis (21/5/2026). Mereka dipulangkan melalui Bandara Ramon/ Eilat menuju Istanbul, Turki.

Dalam misi tersebut ada beberapa delegasi kemanusiaan dari Indonesia yang tergabung dalam GPCI. Di antaranya gabungan beberapa lembaga kemanusiaan dari Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Spirit of Aqsa, SMART 171, dan juga jurnalis dari Republika, INews, dan Tempo.

Harfin mengatakan tim hukum bernama Adalah bersama sejumlah sumber diplomatik internasional masih terus memantau proses pemulangan para aktivis tersebut. Pemantauan dilakukan untuk memastikan seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat keluar dengan aman tanpa hambatan tambahan.

Selama menjalani masa penahanan, sejumlah delegasi telah melaporkan kepada GPCI bahwa mereka mengalami tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi.

Bentuk perlakuan yang dilaporkan antara lain pemukulan, penggunaan taser gun, dan peluru karet, penghinaan, pelecehan, hingga pemaksaan posisi tubuh yang menyakitkan.

"Bahkan terdapat beberapa korban yang mengalami luka serius hingga memerlukan perawatan medis," ujar Harfin.

Tim hukum menilai operasi intersepsi kapal di perairan internasional, penculikan sipil, penahanan sewenang-wenang, serta dugaan kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Mengutip dari Tempo, para delegasi telah dibebaskan, Harfin menegaskan situasi masih bersifat dinamis. Proses pemulangan para aktivis disebut masih terus dipantau melalui jalur hukum, diplomatik, serta jaringan internasional pendukung Flotilla.

"Kami terus memantau agar seluruh delegasi, termasuk WNI, dapat segera tiba dengan selamat dan dalam kondisi sehat," ujar Harfin (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.