27 May 2026

Get In Touch

Dosen Universitas Sunan Gresik Latih Guru MI Al Firdaus Lasem Kelola Konflik dan Tumbuhkan Toleransi

Pengabdian Kepada Masyarakat Tim dosen dari Universitas Sunan Gresik (USG di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Firdaus, Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.
Pengabdian Kepada Masyarakat Tim dosen dari Universitas Sunan Gresik (USG di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Firdaus, Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik.

GRESIK (Lentera)– Tim dosen dari Universitas Sunan Gresik (USG) menggelar pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan bagi para guru di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Firdaus, Desa Lasem, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (20/5/2026) ini mengusung judul "Pelatihan Guru: Membangun Keterampilan Sosial dan Sikap Toleransi Antar Siswa di Madrasah Ibtidaiyah".

Ketua pelaksana pengabdian masyarakat, Imma Ya'tiana, M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) menjelaskan  pelatihan dilatarbelakangi pentingnya peran guru dalam membentuk karakter siswa. Terutama dalam mengelola konflik dan menumbuhkan sikap toleransi di lingkungan madrasah.

"Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator sosial bagi siswa. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali para pendidik dengan strategi praktis dalam mengelola konflik dan mengajarkan regulasi emosi pada anak usia madrasah ibtidaiyah," ujar Imma.

Kegiatan yang menyasar seluruh guru dan tenaga pendidik di MI Al Firdaus ini juga menghadirkan dua anggota tim lainnya, yaitu Asita Al Mufida, M.Pd. (Dosen Prodi PGMI) dan Ani Khofiati, S.Pd.I., M.Ed. (Dosen Prodi Pendidikan Agama Islam/PAI). Ketiga dosen tersebut secara kolaboratif memberikan materi dan simulasi interaktif kepada para peserta.
Kepala MI Al Firdaus, Bapak Sunaryo, S.E., menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan madrasah saat ini.

"Kami sering menghadapi dinamika sosial di kalangan siswa, mulai dari perselisihan kecil hingga kesulitan anak dalam mengendalikan emosi. Kehadiran tim dari Universitas Sunan Gresik memberikan angin segar dan solusi konkret bagi kami," ungkap Sunaryo.

Salah satu pencapaian utama dari pelatihan ini adalah meningkatnya wawasan guru tentang ciri-ciri konflik sehat versus konflik tidak sehat pada anak, serta pentingnya regulasi emosi dalam proses pembelajaran. Selain itu, tim dosen juga memberikan referensi baru kepada madrasah dalam menyelesaikan konflik antarsiswa, yaitu dengan menggunakan metode peer mediation atau mediasi teman sebaya. Metode ini dinilai efektif untuk membangun kemandirian, rasa tanggung jawab, dan empati di kalangan siswa.

Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para guru di MI Al Firdaus mampu menerapkan ilmu yang telah diperoleh untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis, toleran, dan kondusif bagi perkembangan sosial siswa.

Editor:Widyawati/rls
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.