MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengusulkan dua ekor sapi kurban dengan masing-masing berbobot sekitar 1 ton, sebagai hewan kurban Presiden Prabowo Subianto pada Hari Raya Iduladha 2026 di Kota Malang.
"Kami mengusulkan dua sapi pilihan untuk Bapak Presiden. Masing-masing bobotnya sekitar 1 ton per ekor. Surat usulan dari Dispangtan Kota Malang sudah kami kirimkan ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur," ujar Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan.
Dua sapi usulan tersebut berasal dari peternakan di Kecamatan Kedungkandang dan Kecamatan Lowokwaru.
Menurut Slamet, Pemkot Malang kini tinggal menunggu informasi dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur terkait jadwal pemanggilan peternak yang sapinya masuk nominasi untuk tahap transaksi dan pembayaran.
"Informasinya, minggu ini peternak yang diusulkan akan diundang ke provinsi untuk menyelesaikan proses transaksi. Biasanya juga ada perwakilan dari Sekretariat Presiden yang turut hadir," katanya.
Slamet menjelaskan, dua sapi yang diusulkan berasal dari dua jenis berbeda. Sapi dari Kedungkandang merupakan jenis Brangus, sedangkan sapi dari Lowokwaru merupakan jenis Limosin.
Kedua sapi tersebut dipilih bukan semata karena bobotnya yang besar, melainkan juga karena telah memenuhi sejumlah kriteria teknis dan syariat, seperti kondisi sehat, tidak cacat, telah cukup umur, serta sudah poel atau mengalami pergantian gigi sebagai penanda usia layak kurban.
"Yang utama tentu kesehatannya bagus, tidak cacat, umurnya sudah memenuhi syarat, dan sudah poel," jelas Slamet.
Selain menilai kondisi ternak, tim dari Dispangtan juga melakukan survei langsung ke lokasi peternakan untuk memastikan kualitas pemeliharaan dan kesesuaian bobot sapi yang diusulkan.
Meski ada 2 kandidat yang diajukan, Slamet menegaskan hanya satu sapi yang nantinya akan dipilih sebagai hewan kurban Presiden, sebagaimana pelaksanaan tahun sebelumnya.
Apabila salah satu sapi dari Kota Malang terpilih, hewan kurban tersebut direncanakan akan disalurkan ke Masjid Sabilillah, Kecamatan Blimbing sesuai usulan dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Malang.
Untuk proses penyembelihan, Pemkot Malang masih akan berkoordinasi dengan takmir masjid dan Bagian Kesra. Penyembelihan bisa dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH) maupun langsung di Masjid Sabilillah, tergantung keputusan akhir pengelola masjid.
"Kalau diserahkan di RPH, akan kami potong di RPH. Kalau di Masjid Sabilillah, tentu akan disembelih di sana. Itu nanti kami koordinasikan lebih lanjut," pungkas Slamet.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais




.jpg)
