19 May 2026

Get In Touch

Kakarobot, Inovasi Mahasiswa ITS untuk Perluas Akses Pendidikan Teknologi di Daerah 3T

Prototipe Kakarobot yang dirancang oleh dua mahasiswa Program Magister Departemen Teknik Elektro ITS.
Prototipe Kakarobot yang dirancang oleh dua mahasiswa Program Magister Departemen Teknik Elektro ITS.

SURABAYA (Lentera) - Dua mahasiswa Program Magister Departemen Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan inovasi robot edukasi, Kakarobot. Ditujukan untuk memperluas akses pendidikan teknologi bagi anak-anak di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

Kakarobot dikembangkan oleh Danya Deluca bersama rekannya Muhammad Azriel Rizqifadhiilah. Robot edukasi tersebut dirancang sebagai alat peraga interaktif yang dapat digunakan sekolah-sekolah dengan keterbatasan fasilitas teknologi.

Deluca menjelaskan, ide pengembangan Kakarobot muncul dari pengalaman pribadinya saat kesulitan mempelajari robotika ketika menempuh pendidikan sarjana. Menurutnya, hambatan tersebut tentu lebih besar dirasakan anak-anak di wilayah 3T yang memiliki akses pembelajaran teknologi sangat terbatas.

"Melalui robot edukasi yang telah dilengkapi sistem operasi internal, anak-anak bisa mulai mengenal teknologi tanpa harus bergantung pada gawai maupun internet," ujarnya, Senin (18/5/2026).

Tidak hanya mengenalkan perangkat teknologi, Kakarobot juga dirancang untuk membangun pola pikir komputasional dan kemampuan pemecahan masalah secara sistematis. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak di daerah 3T lebih siap menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan dunia kerja di masa depan.

"Dengan kemampuan logika yang baik, mereka diharapkan mampu bersaing dan ikut meningkatkan taraf ekonomi daerahnya masing-masing," kata penerima Beasiswa Indonesia Maju tersebut.

Menurut Deluca, materi pembelajaran dalam Kakarobot dikemas secara interaktif dan menyenangkan sehingga konsep robotika yang kompleks dapat dipahami anak-anak melalui aktivitas eksploratif.

Pendekatan tersebut dinilai mampu menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus meningkatkan minat belajar teknologi sejak dini.

Inovasi Kakarobot juga dinilai memiliki peluang pengembangan yang besar karena tidak hanya berfokus pada penguasaan teknologi, tetapi juga membangun ketahanan atau resilience generasi muda di daerah kurang berkembang agar tidak tertinggal dalam era transformasi digital.

Prestasi Kakarobot semakin mendapat pengakuan setelah berhasil meraih penghargaan dalam ajang Hult Prize yang berlangsung di Institut Teknologi Bandung pada 10 Mei 2026.

Dalam kompetisi tersebut, tim Kakarobot keluar sebagai pemenang dan akan mewakili Indonesia pada babak Hult Prize Global Final yang direncanakan berlangsung di Inggris.

Reporter: Amanah/Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.