19 May 2026

Get In Touch

Jangan Anggap Sepele! Sepatu Kekecilan Bisa Bahayakan Anak

Jangan Anggap Sepele! Sepatu Kekecilan Bisa Bahayakan Anak

SURABAYA ( LENTERA ) - Belakangan ini publik dibuat prihatin dengan kabar seorang siswa di Samarinda yang mengalami penurunan kondisi kesehatan hingga meninggal dunia. Salah satu hal yang turut menjadi sorotan dalam kasus tersebut adalah pemakaian sepatu yang ukurannya terlalu kecil dalam waktu lama.

Meski hingga kini belum ada pernyataan medis yang memastikan sepatu sempit menjadi penyebab utama, kasus tersebut membuka mata banyak orang tua tentang pentingnya memperhatikan kenyamanan alas kaki anak.

Sepatu bukan sekadar pelengkap seragam sekolah, tetapi juga berpengaruh pada kesehatan dan tumbuh kembang kaki anak.
Anak-anak dan remaja yang masih berada dalam masa pertumbuhan membutuhkan sepatu dengan ukuran dan bentuk yang tepat agar aktivitas sehari-hari tetap nyaman dan aman.

Sebaliknya, penggunaan sepatu yang terlalu sempit dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah kesehatan pada kaki.

Sepatu yang tidak sesuai ukuran sering kali dianggap masalah sepele. Padahal, menurut berbagai penelitian kesehatan kaki, alas kaki yang terlalu sempit dapat menyebabkan tekanan berlebih pada jari dan telapak kaki.

Tidak hanya menimbulkan lecet atau rasa nyeri, kondisi ini juga dapat memicu gangguan bentuk kaki hingga peradangan. Aktivitas yang mengharuskan anak berdiri atau berjalan dalam waktu lama akan membuat tekanan tersebut semakin besar.

Bunion atau Benjolan pada Sendi Ibu Jari

Bunion terjadi ketika jari-jari kaki terus berhimpitan akibat ruang sepatu yang terlalu sempit. Tekanan yang terjadi secara terus-menerus dapat memunculkan benjolan di area pangkal ibu jari kaki.
Selain mengganggu bentuk kaki, bunion juga bisa menyebabkan rasa nyeri saat berjalan atau menggunakan alas kaki tertentu.

Hammer Toe

Hammer toe merupakan kondisi ketika jari kaki menekuk secara tidak normal. Biasanya hal ini dipicu oleh penggunaan sepatu yang terlalu pendek atau terlalu ketat dalam waktu lama.
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat membuat anak merasa tidak nyaman saat berjalan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Metatarsalgia

Metatarsalgia adalah nyeri dan peradangan pada bagian depan telapak kaki. Risiko ini bisa meningkat ketika anak memakai sepatu yang tidak pas sambil menjalani aktivitas fisik cukup tinggi, seperti berdiri lama, olahraga, atau praktik lapangan.
Keluhan biasanya berupa rasa nyeri, panas, atau tekanan pada telapak kaki saat digunakan untuk berjalan.

Kasus yang terjadi di Samarinda menjadi pengingat bahwa kesehatan anak bisa dipengaruhi oleh hal-hal kecil yang sering dianggap biasa. Memastikan anak memakai sepatu yang tepat bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari menjaga kesehatan dan kualitas hidup mereka sehari-hari.(ist/dya)

Nyaman Bukan Sekadar Muat

Karena kaki anak masih terus berkembang, ukuran sepatu dapat berubah dalam waktu relatif cepat. Sayangnya, masih banyak orang tua yang memilih sepatu hanya berdasarkan model atau sekadar “asal muat”.

Padahal, sepatu yang ideal seharusnya memberikan ruang cukup bagi jari-jari kaki untuk bergerak bebas. Sepatu yang terlalu sempit dapat menghambat kenyamanan, sementara ukuran yang terlalu longgar juga berisiko membuat langkah anak tidak stabil.

Orang tua sebaiknya rutin mengecek ukuran sepatu anak, terutama jika anak mulai mengeluh sakit kaki, lecet, atau merasa tidak nyaman saat berjalan.

Agar kesehatan kaki anak tetap terjaga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memilih sepatu.

Pastikan Bagian Depan Sepatu Tidak Sempit

Area depan sepatu atau toe box harus cukup lebar untuk menampung seluruh jari kaki dengan nyaman. Hindari model yang terlalu runcing atau menekan jari-jari kaki.
Idealnya, masih ada sedikit ruang antara ujung jari dan bagian depan sepatu agar kaki tetap leluasa bergerak.

Pilih Sol yang Kokoh dan Nyaman

Sol tengah sepatu sebaiknya tidak terlalu tipis atau terlalu lentur. Bagian ini berfungsi menopang lengkungan telapak kaki sehingga anak tetap nyaman saat berjalan atau beraktivitas dalam waktu lama.
Sepatu dengan sol terlalu lunak biasanya tidak mampu memberikan dukungan optimal bagi kaki.

Perhatikan Penyangga Tumit

Bagian belakang sepatu atau heel counter perlu cukup kokoh agar tumit tetap stabil. Penyangga yang baik membantu menjaga keseimbangan langkah sekaligus mengurangi risiko cedera.

Gunakan Sepatu Sesuai Aktivitas

Untuk anak yang aktif bergerak, sneakers atau sepatu olahraga lebih disarankan dibanding sandal biasa. Model sepatu tertutup dengan tali pengikat umumnya memberikan perlindungan dan dukungan lebih baik pada kaki.

Coba Sepatu Menggunakan Kaus Kaki
Saat membeli sepatu sekolah atau olahraga, biasakan anak mencobanya sambil memakai kaus kaki. Cara ini membantu mendapatkan ukuran yang lebih akurat sekaligus memastikan sepatu tetap nyaman saat digunakan sehari-hari.

Kenyamanan anak saat beraktivitas di sekolah sering kali bergantung pada hal-hal sederhana yang luput diperhatikan, termasuk alas kaki. Karena itu, orang tua perlu lebih peka terhadap kondisi sepatu yang digunakan anak setiap hari.
Di sisi lain, dukungan sekolah dan lingkungan juga penting untuk membantu memastikan setiap anak dapat belajar dengan nyaman tanpa terkendala kebutuhan dasar.(ist/dya)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.