ISTANBUL (Lentera) - Seorang remaja Palestina berusia 16 tahun tewas setelah ditembak tentara Israel dalam operasi militer di wilayah Tepi Barat yang diduduki pada Jumat (15/5/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Fahd Zeidan Oweis. Ia dilaporkan ditembak di desa al-Lubban al-Sharqiya, wilayah selatan Nablus, menurut kantor berita resmi Palestina, WAFA.
Berdasarkan laporan tersebut, Fahd berada di area dataran desa sebelum fajar ketika pasukan Israel melepaskan tembakan yang mengenai dirinya.
Mengutip Anadolu, WAFA menyebutkan, setelah insiden penembakan itu, tentara Israel menahan jenazah korban dan tidak mengizinkan tim Palestine Red Crescent Society menjangkaunya.
Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas operasi militer Israel di Tepi Barat yang diduduki, termasuk di Nablus dan wilayah sekitarnya.
Dalam beberapa bulan terakhir, pasukan Israel disebut rutin melakukan penggerebekan, penangkapan, dan penembakan terhadap warga Palestina. Di saat yang sama, serangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga sipil dan properti Palestina juga dilaporkan terus meningkat.
Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, menjadi salah satu titik utama eskalasi kekerasan sejak pecahnya perang di Gaza pada Oktober 2023.
Menurut data resmi Palestina, sedikitnya 1.155 warga Palestina telah tewas akibat serangan tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat sejak Oktober 2023.
Dalam periode yang sama, sekitar 11.750 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Sementara itu, hampir 22.000 warga Palestina telah ditangkap dalam berbagai operasi militer yang dilakukan Israel di wilayah tersebut.
Editor: Santi




.jpg)
