20 May 2026

Get In Touch

Usai Pertemuan dengan Trump, China Langsung Borong 200 Pesawat Boeing

Ilustrasi: Karyawan Boeing merakit pesawat Boeing 787 Dreamliner di dalam gedung perakitan utama di kompleks Boeing, North Charleston. (REUTERS)
Ilustrasi: Karyawan Boeing merakit pesawat Boeing 787 Dreamliner di dalam gedung perakitan utama di kompleks Boeing, North Charleston. (REUTERS)

NEW YORK (Lentera) - Perusahaan raksasa kedirgantaraan, Boeing mengonfirmasi China berkomitmen memborong 200 pesawat pada Jumat (15/5/2026). Kesepakatan ini dibuat tidak lama usai pertemuan antara Presiden China Ci Jinping dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Beijing beberapa waktu lalu.

"Kami telah melakukan perjalanan yang sangat sukses ke China dan mencapai tujuan utama kami untuk membuka kembali pasar China untuk pesanan pesawat Boeing," demikian pernyataan resmi pihak Boeing, dikutip dari Kompas, Sabtu (16/5/2026).

CEO Boeing, Kelly Ortberg, turut bergabung dalam delegasi Amerika Serikat yang mendampingi Trump selama kunjungan ke China.

Dalam pernyataannya, Boeing menyebut komitmen pembelian awal mencakup 200 pesawat. Perusahaan pesawat asal AS ini juga memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berlanjutnya pembahasan dengan pemerintah dan maskapai di China.

"Kami memperkirakan komitmen lebih lanjut akan menyusul setelah tahap awal ini. Kami kini berharap dapat terus memenuhi permintaan pesawat terbang dari China," tulis Boeing.

Boeing juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintahan Trump yang dinilai berhasil mewujudkan kesepakatan bersejarah tersebut. Bagi Boeing, kesepakatan ini menjadi angin segar setelah pasar China sempat tertutup selama bertahun-tahun.

Pemesanan terakhir China kepada Boeing terjadi pada 2017, saat Trump melakukan kunjungan pertamanya ke Beijing pada masa jabatan pertama sebagai Presiden Amerika Serikat. Ketika itu, China membeli 300 pesawat lorong tunggal dan berbadan lebar dengan nilai mencapai 37 miliar dollar AS.

Dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News, Sean Hannity, Trump mengatakan komitmen baru ini akan berdampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat.

"Saya pikir itu adalah sebuah komitmen. Itu banyak sekali lapangan pekerjaan," ujar Trump.

Saat berbicara kepada wartawan di dalam Air Force One dalam perjalanan pulang dari China, Trump menyebut nilai kesepakatan berpotensi melonjak jauh lebih besar.

"Itu akan menjadi pesanan terbesar yang pernah ada, jika mereka berhasil menyelesaikan 200 pesawat pertama," kata Trump.

Menurut Trump, komitmen jangka panjang dari China dapat mencapai 750 pesawat, menjadikannya salah satu transaksi terbesar dalam sejarah industri penerbangan dunia.

Media-media di Amerika Serikat sebelumnya melaporkan bahwa Beijing tengah menyiapkan pesanan besar untuk Boeing. Paket tersebut disebut mencakup sekitar 500 unit Boeing 737 MAX serta sekitar 100 unit Boeing 787 Dreamliner dan Boeing 777.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.