MALANG (Lentera) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengalokasikan anggaran hingga Rp200 miliar untuk program Local Service Delivery Improvement Program (LSDP), sebagai solusi untuk menuntaskan persoalan sampah dari hulu hingga hilir.
"Kami optimistis pengolahan sampah dari hulu sampai dengan hilir akan tuntas dengan program ini," ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, melalui program LSDP, Pemkot Malang akan membangun fasilitas pengolahan sampah yang mampu mengubah residu menjadi bahan bakar alternatif berupa refuse derived fuel (RDF).
Diketahui, setiap hari, Kota Malang menghasilkan sekitar 765 ton timbulan sampah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 500 hingga 600 ton masih dibuang ke TPA Supit Urang. Sementara sekitar 200 ton lainnya telah diolah melalui sejumlah TPST dan kelompok masyarakat peduli lingkungan.
Selain pembangunan fasilitas RDF melalui LSDP, Kota Malang juga akan terlibat dalam proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Aglomerasi Malang Raya yang direncanakan berlokasi di Kabupaten Malang.
Wahyu menjelaskan, dengan 2 skema tersebut, Pemkot Malang berharap beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang dapat ditekan secara signifikan. Dengan mengubah sampah menjadi sumber energi alternatif, yang memiliki nilai ekonomi.
LSDP merupakan program bantuan internasional, yang disalurkan melalui Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri kepada pemerintah daerah untuk memperkuat pelayanan dasar, termasuk pengelolaan persampahan.
Untuk merealisasikan program tersebut, Pemkot Malang menyiapkan anggaran total antara Rp150 miliar hingga Rp200 miliar selama 5 tahun.
"Total keseluruhan selama lima tahun itu antara Rp150 sampai Rp200 miliar," kata Wahyu.
Pada tahun 2026, pemerintah kota akan mulai mengalokasikan anggaran untuk penyiapan sarana dan prasarana pendukung.
Sedangkan proses penggantian biaya (reimburse) dari pemerintah pusat direncanakan dilakukan pada 2027 setelah seluruh tahapan administrasi dan pelaksanaan terpenuhi.
Pada tahap awal, sambung Wahyu, fokus utama diarahkan pada penguatan pengelolaan sampah di hulu, termasuk penyediaan sarana pendukung agar proses pemilahan dan pengolahan sampah dapat berjalan lebih efektif.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais




.jpg)
