SIDOARJO (Lentera) -Menjelang pesta demokrasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak yang akan digelar pada 24 Mei 2026 mendatang, suasana Deklarasi Damai di Pendopo Delta Wibawa, Rabu (13/5/2026), menjadi momen penting menyatukan tekad seluruh elemen. Usai menghadiri dan menyaksikan penandatanganan komitmen damai oleh seluruh calon kepala desa, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdilah Nasih, memberikan keterangan khusus kepada awak media.
Dalam wawancaranya, Abdilah secara tegas menekankan pentingnya menjaga suasana tetap damai, aman, dan kondusif di tengah masyarakat, mulai dari masa kampanye hingga hari pencoblosan nanti.
"Kegiatan deklarasi damai ini menjadi bukti nyata kesepakatan bersama dari seluruh calon kepala desa, pemangku kepentingan, maupun panitia. Intinya satu: kita wajib menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban, tidak boleh ada gesekan yang merugikan masyarakat, dari sekarang sampai proses pemilihan tuntas," ujar Abdilah Nasih saat diwawancarai.
Sebagai Ketua DPRD, ia memandang Pilkades bukan sekadar ajang kompetisi atau pertarungan politik sesama warga desa, melainkan bagian paling vital dari sistem demokrasi daerah yang harus dijalankan secara sehat, beretika, dan penuh tanggung jawab.
"Menurut pandangan saya, Pilkades ini harus dipahami sebagai sarana demokrasi yang baik dan benar. Jangan hanya terpaku atau berfokus pada kemenangan semata. Tapi setiap kandidat, siapa pun itu, wajib memiliki komitmen kuat untuk melanjutkan roda pembangunan desa demi kesejahteraan seluruh warga, tanpa membeda-bedakan pendukung," tegasnya.
Lebih spesifik disampaikan Abdilah, tantangan demokrasi di desa tidak berhenti saat kotak suara ditutup. Ia mengingatkan, siapa pun yang nantinya terpilih menjadi pemimpin desa, wajib memiliki jiwa besar untuk merangkul seluruh elemen masyarakat. Baik mereka yang memilih maupun yang tidak memilihnya, harus sama-sama dilayani dan diajak membangun.
"Kemampuan menyatukan kembali warga pasca pemilihan itulah indikator utama kedewasaan demokrasi kita. Jika persatuan terjaga, berarti pondasi stabilitas Kabupaten Sidoarjo juga kuat. Itu yang kita harapkan," tambahnya.
Terkait langkah pengamanan dan antisipasi, Abdilah menyampaikan bahwa pihak DPRD secara khusus mendorong terjalinnya koordinasi yang intensif, terstruktur, dan sangat erat antara pemerintah daerah, jajaran aparat keamanan, serta panitia penyelenggara. Fokus utamanya adalah pemetaan rinci wilayah-wilayah yang berpotensi rawan konflik, perselisihan, atau gangguan keamanan.
"Langkah pemetaan titik rawan ini sangat krusial dilakukan sejak dini. Kita harus tahu di mana potensi masalah bisa muncul, lalu antisipasi bersama. Tujuannya jelas: meminimalisir risiko gangguan, sehingga masyarakat bisa melaksanakan hak pilihnya dan merayakan pesta rakyat ini dengan rasa aman, tenang, dan nyaman," paparnya saat ditemui wartawan.
Menutup wawancaranya, Abdilah Nasih berharap seluruh rangkaian Pilkades serentak di Sidoarjo berjalan lancar, tertib, dan damai. Lebih dari itu, ia menekankan proses ini harus mampu melahirkan pemimpin desa yang berkualitas, amanah, dan benar-benar memiliki visi membawa kemajuan serta kemakmuran bagi warga desanya masing-masing.
"Kami di DPRD siap mengawal dan memastikan hasil Pilkades ini menghasilkan pemimpin-pemimpin desa terbaik untuk Sidoarjo yang lebih maju," pungkas Abdilah.
Reporter: Teguh|Editor: Arifin BH



.jpg)
