Dugaan Keracunan MBG Ratusan Siswa di Surabaya, Pemkot Tunggu Hasil Uji Lab dan Bertambah Tiga Dirawat
SURABAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih menunggu hasil uji laboratorium, terkait dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami ratusan siswa di kawasan Tembok Dukuh.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memastikan pihaknya telah melakukan kroscek menyeluruh bersama sekolah-sekolah terkait, setelah muncul laporan siswa mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG.
Eri mengatakan, sebelum makanan dibagikan kepada siswa, proses pengecekan telah dilakukan terlebih dahulu. Pemeriksaan meliputi kondisi makanan, mulai dari aroma hingga rasa, dan saat itu tidak ditemukan indikasi makanan basi atau tidak layak konsumsi.
“Tidak ada yang menjurus ke basi atau lainnya. Tapi setelah dua jam, terjadi kejadian ini,” kata Eri, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, saat ini Pemkot Surabaya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut. Sampel makanan telah dikirim, untuk diuji lebih lanjut.
“Karena itu masih dilabkan, hasilnya seperti apa masih kita tunggu ya,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh menjelaskan jumlah siswa yang harus menjalani perawatan bertambah menjadi lima orang. Dua siswa tambahan mengalami muntah dan diare, pada Selasa pagi sehingga harus dirawat inap di RS Ibu dan Anak (RSIA) IBI Surabaya.
“Sebelumnya tiga, pada Senin (11/5/2026) sore. Pagi tadi nambah dua siswa. Jadi total ada lima anak yang dirawat,” jelas dr Billy.
Ia memastikan, kelima siswa saat ini masih dalam observasi dan pemantauan tim medis. Dinkes Surabaya juga telah melakukan skrining kesehatan terhadap siswa pada Senin (11/5/2026) melalui tim dokter puskesmas.
“Hingga sekarang kondisi anak-anak terus dipantau,” ujarnya.
Terkait hasil laboratorium, dr Billy menyebut, pemeriksaan dilakukan di laboratorium Kementerian Kesehatan di Karang Menjangan Surabaya dan diperkirakan keluar dalam lima hingga tujuh hari ke depan.
“Masih menunggu hasilnya ya, di lab Kemenkes di Karang Menjangan. Hasilnya lima sampai tujuh hari,” pungkasnya.
Reporter: Amanah/Editor: Ais




.jpg)
