MALANG (Lentera) - Kisruh di internal pengurus Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kabupaten Malang, usai delapan pengurus inti secara massal mengundurkan diri dari kepengurusan organisasi tersebut.
Peristia ini mencuat ke publik setelah akun Instagram resmi Perbasi Kabupaten Malang, @perbasipengkabmalang mengunggah pernyataan pengunduran diri sejumlah pengurus pada Jumat (8/5/2026).
Dalam unggahan itu disebutkan para pengurus memutuskan mundur karena tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap kepemimpinan organisasi saat ini.
Adapun 8 pengurus yang mengundurkan diri berasal dari jajaran inti, antara lain Wakil Ketua Umum, sekretaris, bendahara, serta beberapa ketua bidang.
Wakil Ketua Umum Perbasi Kabupaten Malang, Muhammad Farkhan, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah berbagai persoalan internal dinilai tidak kunjung menemukan titik terang.
Menurutnya, puncak polemik terjadi ketika Ketua Perbasi Kabupaten Malang, Mawang Sukma disebut tidak mengakui surat pengunduran diri yang telah diajukan secara resmi.
"Ini menjadi bukti integritas ketua Perbasi dipertanyakan. Karena tidak mengakui surat pengunduran dirinya, para pengurus akhirnya memutuskan mundur dari kepemimpinan beliau," ujar Farkhan, dikutip pada Selasa (12/5/2026).
Farkhan menegaskan, langkah mundur massal bukan didorong kepentingan pribadi maupun perebutan jabatan. Ia menyebut keputusan itu diambil demi menjaga tata kelola organisasi agar tetap sehat, transparan, dan profesional.
Ia juga mengingatkan, konflik yang berlarut-larut dapat berdampak langsung terhadap masa depan atlet basket Kabupaten Malang.
Menurutnya, sebagian besar pengurus yang mundur selama ini aktif menyelenggarakan pembinaan, pencarian bakat, hingga pengembangan kompetisi basket kelompok usia.
"Kalau roda organisasi berhenti, kaderisasi atlet juga bisa mandek. Ini yang kami khawatirkan," katanya.
Sebagai jalan keluar, para pengurus yang mundur mendorong digelarnya Musyawarah Kabupaten Luar Biasa (Muskablub) untuk menentukan langkah organisasi ke depan.
"Selama ini semua pengurus bekerja keras membangun basket Kabupaten Malang. Solusi terbaik adalah Muskablub agar organisasi kembali sehat," tegas Farkhan.
Di sisi lain, Ketua Perbasi Kabupaten Malang, Mawang Sukma, membantah tudingan yang diarahkan kepadanya. Ia menilai konflik dipicu perbedaan visi dan misi di internal kepengurusan yang menyebabkan administrasi organisasi tersendat dalam beberapa bulan terakhir.
Mawang mengungkapkan, persoalan mulai memanas ketika sejumlah pengurus berkomunikasi langsung dengan Pengurus Provinsi (Pengprov) Perbasi Jawa Timur dan menyampaikan informasi bahwa dirinya telah mengundurkan diri sebagai ketua.
"Padahal sesuai AD/ART, kalau ketua mengundurkan diri harus melalui Muskablub. Tidak bisa sepihak," kata Mawang.
Ia mengklaim mayoritas klub anggota Perbasi Kabupaten Malang masih memberikan dukungan terhadap kepemimpinannya. Menurutnya, hanya sebagian kecil pihak yang mempermasalahkan kondisi tersebut.
Sebagai respons, Mawang mengaku telah melakukan reshuffle kepengurusan terhadap pihak-pihak yang dinilai bertindak di luar mekanisme organisasi. "Saya mengambil langkah tegas supaya organisasi tetap berjalan sesuai aturan," ujarnya.
Mawang menambahkan, Surat Keputusan (SK) kepengurusan baru dari Pengprov Perbasi Jawa Timur diperkirakan terbit dalam waktu dekat. "Kemungkinan SK pengurus baru keluar Rabu atau Kamis," katanya.
Ia juga menanggapi unggahan pengunduran diri di media sosial. Menurut Mawang, akun Instagram Perbasi Kabupaten Malang tidak berada di bawah kendalinya.
Mawang menyebut akun tersebut dikelola secara personal oleh Wakil Sekretaris Perbasi Kabupaten Malang, Haris Alaudin Azhar.
Meski diterpa konflik internal, Mawang memastikan seluruh agenda organisasi tetap berjalan seperti biasa. Dalam waktu dekat, ia berencana menggelar rapat kerja bersama klub anggota dan jajaran pengurus baru. "Semua kegiatan Perbasi tetap berjalan sesuai amanah yang saya emban," pungkasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Plt Ketua KONI Kabupaten Malang, Suwadji, yang juga menjabat sebagai Kepala Dispora Kabupaten Malang.
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




.jpg)
