15 May 2026

Get In Touch

Mengenal Hantavirus, Infeksi Langka denga Gejala Mirip Flu Biasa

Mengenal Hantavirus, Infeksi Langka denga Gejala Mirip Flu Biasa

SURABAYA ( LENTERA ) - Belakangan ini, dunia kesehatan kembali dibuat waspada setelah muncul laporan kasus penyakit langka yang dikaitkan dengan Hantavirus di kapal pesiar MV Hondius. Kasus tersebut menjadi sorotan publik karena beberapa penumpang dilaporkan mengalami kondisi kesehatan serius hingga meninggal dunia.

Di tengah ramainya pembahasan tentang virus tersebut, banyak orang mulai bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya hantavirus dan seberapa berbahaya penyakit ini bagi kesehatan.

Salah satu kasus pertama dilaporkan dialami seorang pria asal Belanda berusia 70 tahun yang tiba-tiba mengalami demam, sakit kepala, nyeri perut, dan diare ketika berada di kapal pesiar. Awalnya gejala tersebut tampak seperti penyakit biasa. Namun dalam waktu singkat kondisinya terus memburuk hingga akhirnya meninggal dunia pada April lalu.

Selain itu, sejumlah penumpang lain juga sempat menjalani isolasi setelah diketahui berada dalam perjalanan yang sama dengan kasus terkonfirmasi hantavirus.

Kasus tersebut membuat masyarakat semakin khawatir karena gejala awal hantavirus memang sering kali tampak ringan dan menyerupai flu biasa. Tidak sedikit penderita yang terlambat menyadari kondisi tubuhnya karena mengira hanya mengalami kelelahan atau infeksi umum. Padahal, pada beberapa kasus, virus ini dapat berkembang menjadi gangguan serius pada paru-paru maupun ginjal.

Hantavirus sendiri merupakan penyakit langka yang dibawa oleh hewan pengerat, terutama beberapa jenis tikus tertentu. Virus ini banyak ditemukan di wilayah Amerika Utara dan Amerika Selatan, meski kasus sporadis juga dapat terjadi di negara lain. Penularannya umumnya terjadi melalui lingkungan yang telah terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus pembawa virus.

Seseorang dapat terinfeksi ketika tanpa sengaja menghirup partikel virus dari debu yang tercemar. Kondisi ini sering terjadi saat membersihkan gudang, loteng, ruang penyimpanan, atau area tertutup yang sudah lama tidak digunakan.

Saat debu beterbangan, partikel virus dapat masuk melalui saluran pernapasan dan menginfeksi tubuh.

Selain melalui udara, hantavirus juga bisa menyebar lewat makanan atau benda yang telah terkontaminasi kotoran tikus. Risiko penularan meningkat ketika seseorang menyentuh area yang terkena virus lalu memegang mata, hidung, atau mulut tanpa mencuci tangan terlebih dahulu.

Dalam beberapa kasus yang lebih jarang, penularan juga dapat terjadi akibat gigitan atau cakaran tikus yang terinfeksi.

Meski terdengar mengkhawatirkan, penularan antar manusia sebenarnya sangat jarang terjadi. Hingga kini, kasus penularan langsung antar manusia hanya pernah ditemukan pada jenis Andes virus yang berada di kawasan Amerika Selatan. Karena itu, sebagian besar kasus hantavirus tetap berkaitan erat dengan paparan lingkungan yang tidak higienis atau keberadaan tikus pembawa virus.

Salah satu hal yang membuat hantavirus cukup berbahaya adalah gejalanya yang muncul secara bertahap dan sering disalahartikan sebagai penyakit biasa. Pada tahap awal, penderita biasanya mengalami demam mendadak, tubuh menggigil, sakit kepala, nyeri otot, hingga rasa lemas berlebihan.

Beberapa orang juga mengalami mual, muntah, sakit perut, dan diare sehingga sekilas tampak seperti gangguan pencernaan biasa.

Gejala tersebut umumnya muncul sekitar dua hingga tiga minggu setelah seseorang terpapar virus. Karena terlihat ringan, banyak orang memilih beristirahat di rumah tanpa menyadari bahwa kondisi tubuhnya sebenarnya sedang mengalami infeksi serius.

Ketika penyakit berkembang, gejalanya bisa menjadi jauh lebih berat. Penderita mulai mengalami batuk, sesak napas, dan kesulitan bernapas akibat penumpukan cairan di paru-paru. Pada tahap ini, hantavirus dapat berkembang menjadi hantavirus pulmonary syndrome atau HPS, yaitu kondisi gangguan pernapasan serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Selain menyerang paru-paru, beberapa jenis hantavirus juga dapat memengaruhi fungsi ginjal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan tekanan darah menurun drastis, detak jantung tidak stabil, hingga gangguan penyaringan racun di dalam tubuh. Karena itu, hantavirus termasuk penyakit yang tidak boleh dianggap sepele meski gejala awalnya tampak ringan.

Belum Ada Obat Khusus

Hingga saat ini belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan hantavirus secara langsung. Penanganan medis lebih difokuskan untuk membantu menjaga kondisi tubuh pasien tetap stabil dan mengurangi risiko komplikasi yang lebih berat.

Pasien biasanya akan mendapatkan perawatan pendukung berupa cairan, pemantauan kondisi tubuh, hingga bantuan oksigen jika mengalami gangguan pernapasan. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat melakukan prosedur intubasi, yaitu pemasangan selang pernapasan agar pasien memperoleh suplai oksigen yang lebih maksimal ketika paru-paru sudah tidak mampu bekerja dengan baik.

Jika virus menyebabkan gangguan serius pada ginjal, pasien mungkin juga membutuhkan prosedur dialisis untuk membantu menyaring racun dan menjaga keseimbangan cairan tubuh. Karena itu, penderita dengan gejala berat umumnya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Semakin cepat penderita mendapatkan penanganan medis, peluang pemulihan biasanya akan lebih baik. Oleh sebab itu, penting untuk segera memeriksakan diri jika mengalami gejala mencurigakan, terutama setelah berada di lingkungan yang banyak tikus atau jarang dibersihkan.

Selain memahami gejalanya, langkah pencegahan juga menjadi hal yang sangat penting. Menjaga kebersihan rumah dan area penyimpanan dapat membantu mengurangi risiko paparan virus dari hewan pengerat. Gudang, loteng, atau ruangan tertutup yang lama tidak digunakan sebaiknya dibersihkan secara rutin dengan menggunakan masker dan sarung tangan agar lebih aman.

Makanan juga perlu disimpan dalam wadah tertutup rapat untuk mencegah kontaminasi dari tikus. Selain itu, penting untuk selalu mencuci tangan setelah membersihkan area yang berpotensi terkena kotoran hewan pengerat.
Kasus hantavirus yang belakangan ramai diperbincangkan memang membuat banyak orang mulai lebih waspada terhadap penyakit yang berasal dari hewan pengerat. Meski tergolong langka, virus ini tetap perlu diperhatikan karena gejalanya dapat berkembang cepat dan menyerupai penyakit umum pada tahap awal.

Menjaga kebersihan lingkungan mungkin terlihat sederhana, tetapi langkah tersebut menjadi salah satu cara paling penting untuk melindungi diri sendiri dan keluarga dari berbagai risiko penyakit, termasuk hantavirus.(ist/dya)

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.