14 May 2026

Get In Touch

Kemenkes Pastikan Hantavirus di Kapal MV Hondius Berbeda Jenis dengan Kasus di Indonesia

Kapal Pesiar MV Hondius. (REUTERS)
Kapal Pesiar MV Hondius. (REUTERS)

JAKARTA (Lentera) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) memastikan Hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius berbeda dengan jenis Hantavirus yang selama ini terdeteksi di Indonesia.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menjelaskan kasus di kapal pesiar tersebut merupakan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS), tipe virus yang umum ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia.

"HPS banyak ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah dilaporkan di Indonesia, baik pada manusia maupun tikus," ujar Andi dalam konferensi pers, melansir Kompas, Senin (11/5/2026).

Menurutnya, kasus Hantavirus yang pernah ditemukan di Indonesia merupakan tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) yang disebabkan strain Seoul virus.

Jenis ini juga telah teridentifikasi di Tanah Air sejak 1991. Andi menegaskan, hingga kini belum ada bukti penularan antar-manusia untuk HFRS yang beredar di Indonesia maupun di kawasan Asia dan Eropa.

"Virus Hanta yang ada di Indonesia adalah tipe HFRS, berbeda dengan tipe yang terjadi di kapal pesiar Hondius," katanya.

Data Kemenkes mencatat, sepanjang 2024 hingga 2026 terdapat 23 kasus HFRS di Indonesia. Seluruh kasus tersebut tidak berkaitan dengan tipe HPS yang ditemukan di MV Hondius.

Andi menjelaskan, HPS umumnya disebabkan oleh strain Andes virus. Dalam sejumlah penelitian, virus ini diketahui dapat menular antar manusia melalui kontak erat dan berkepanjangan.

Sementara itu, untuk HFRS yang ditemukan di Indonesia, mekanisme penularannya masih berkaitan erat dengan paparan tikus atau celurut, baik melalui gigitan, urin, feses, maupun debu yang terkontaminasi.

"Untuk tipe HFRS yang terjadi di Asia maupun Eropa, termasuk yang sudah ada kasusnya sejak 1991 di Indonesia, sampai saat ini belum ada bukti penularan antar-manusia," tegasnya.

Namun dalam kesempatan ini, Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi kelompok dengan risiko tinggi terpapar rodensia, seperti petugas kebersihan, pengangkut sampah, petani, dan warga yang beraktivitas di lokasi rawan banjir.

Selain itu, aktivitas di ruang bawah tanah, gedung lama, gudang, dan area yang menjadi habitat tikus juga dapat meningkatkan risiko paparan Hantavirus jenis HFRS.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.