PATI (Lentera) -Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia resmi menutup Pondok Pesantren Ndholo Kusumo di Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Meski demikian, seluruh lembaga pendidikan formal di bawah yayasan yang sama dipastikan tetap beroperasi normal.
Kepala Kantor Kemenag Pati, Ahmad Syaiku menegaskan bahwa yang ditutup hanya aktivitas pondok pesantren, sedangkan unit pendidikan formal mulai jenjang Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Madrasah Aliyah (MA) tetap berjalan seperti biasa.
“Yang kami tutup itu hanya pondok pesantrennya. Sekolah-sekolahnya masih tetap beroperasi,” ujar Syaiku, Jumat (8/5/2026).
Dengan keputusan tersebut, masyarakat sekitar yang selama ini bersekolah di yayasan tersebut tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa gangguan.
Kemenag Pati kini fokus melakukan mitigasi terhadap ratusan santri yang sebelumnya tinggal di asrama pesantren.
Total terdapat 252 santri putra dan putri yang akan dipindahkan ke pondok pesantren lain yang siap menampung.
Pembelajaran secara daring
Menurut Syaiku, langkah ini dilakukan agar para santri tetap mendapatkan tempat tinggal dan pendidikan yang layak setelah penutupan pondok.
“Santri yang membutuhkan tempat mondok akan kami pindahkan ke madrasah atau pondok pesantren lain yang memiliki fasilitas asrama,” jelasnya.
Sementara proses pemindahan berlangsung, para santri untuk sementara mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.
Kemenag menegaskan bahwa penutupan Ponpes Ndholo Kusumo tidak boleh membuat para santri kehilangan akses pendidikan.
Oleh karena itu, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan sejumlah yayasan dan pesantren di wilayah lain.
“Kami pastikan anak-anak tidak akan putus sekolah hanya karena persoalan ini,” tegasnya, mengutip Kompas
Pemberian keringanan biaya
Ia juga mengungkapkan bahwa mayoritas santri sebelumnya mondok secara gratis.
Karena itu, Kemenag meminta pesantren tujuan tetap memberikan keringanan biaya pendidikan kepada para santri pindahan.
“Sudah banyak yayasan dan madrasah yang siap menerima santri secara gratis,” tambahnya.
Untuk menentukan penempatan para santri, Kemenag Pati akan menggelar asesmen pada pekan depan.
Seluruh santri akan dikumpulkan guna menentukan sekolah maupun pesantren tujuan yang sesuai.
Asesmen tersebut menjadi langkah penting agar proses perpindahan berjalan lancar dan pendidikan santri tetap berkelanjutan.
Terkait kemungkinan yayasan kembali mendirikan pondok pesantren di masa mendatang, Kemenag menyebut peluang tersebut masih terbuka.
Namun, proses perizinan akan diperketat agar kasus serupa tidak kembali terjadi.
“Kami akan lebih ketat dalam proses pendirian pondok pesantren ke depan agar hal seperti ini tidak terulang lagi,” pungkasnya (*)
Editor: Arifin BH




.jpg)
