Pemkot Palangka Raya "Hati-hati" Susun Formasi CPNS, Imbas Belanja Pegawai Lampaui Batas Ideal
PALANGKA RAYA (Lentera) - Di tahun 2026 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya akan lebih berhati-hati dalam menyusun formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, mengatakan langkah tersebut diambil imbas postur belanja pegawai daerah yang telah melewati batas ideal yang ditentukan, yakni tidak lebih dari 30 persen dari total anggaran.
"Penyusunan formasi harus memperhitungkan kemampuan keuangan daerah, khususnya belanja pegawai yang saat ini sudah melampaui batas ideal," papar Zaini, Selasa (28/4/2026).
Lebih lanjut ia menegaskan jika sesuai ketentuan belanja pegawai tidak boleh melebihi 30 persen, dimana ini menjadi pertimbangan utama.
Karena kondisi ini maka Pemkot tidak bisa sembarangan membuka formasi dalam jumlah besar, meskipun kebutuhan di lapangan masih tinggi. Bahkan sejumlah OPD diketahui masih kekurangan tenaga kerja yang kompeten.
"Namun demikian, peluang tetap terbuka terutama di sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan, yang menjadi prioritas utama pemerintah," jelasnya.
Meskipun ada keterbatasan, Zaini melanjutkan, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) telah ditugaskan untuk menyusun formasi secara matang, agar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil daerah.
Sementara itu, bagi para calon pelamar, situasi ini menjadi sinyal bahwa persaingan CPNS 2026 diprediksi semakin ketat. Hanya mereka yang benar-benar siap dan kompeten yang berpeluang lolos.
Melalui strategi bertahap ini, Pemkot Palangka Raya berharap kebutuhan ASN tetap terpenuhi, tanpa mengganggu kesehatan fiskal daerah, sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik tetap optimal.
"Kami mengingatkan kepada para peserta agar tidak hanya mengandalkan keberuntungan, namun harus mulai mempersiapkan diri dari sekarang," pungkas Zaini.
Reporter: Novita/Editor: Santi




.jpg)
