28 April 2026

Get In Touch

Disorot Publik, Wamendagri Ingatkan Gubernur Kaltim Soal Pengelolaan APBD

Wamendagri Bima Arya, saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Kota Malang, Jawa Timur 2025 lalu. (Santi/Lentera)
Wamendagri Bima Arya, saat melakukan kunjungan kerja di wilayah Kota Malang, Jawa Timur 2025 lalu. (Santi/Lentera)

JAKARTA (Lentera) - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto secara terbuka mengingatkan Gubernur Kaltim, Rudi Mas’ud agar berhati-hati dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), terutama di tengah sorotan tajam publik terhadap penggunaan anggaran tersebut.

"Kita terus mengingatkan agar betul-betul berhati-hati dengan APBD. Agar dialokasikan sesuai dengan semangat efisiensi," ujar Bima, di Plaza Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, melansir Kompas, Senin (27/4/2026).

Menurutnya, sejumlah laporan dan aduan masyarakat telah masuk ke Kemendagri terkait rencana renovasi rumah jabatan. Hal itu mendorong pihaknya menurunkan Inspektorat Jenderal (Irjen) serta tim dari Direktorat Otonomi Daerah untuk melakukan pemantauan dan komunikasi intensif dengan pemerintah daerah.

"Setiap perkembangan pasti kita sikapi. Ada dari Irjen yang kami turunkan ke sana, teman-teman dari Otda juga terus berkomunikasi mengingatkan. Intinya, semangat efisiensi itu harus terus dipegang," tegasnya.

Bima juga mengingatkan, seorang kepala daerah harus mengedepankan kepentingan publik dibandingkan fasilitas pribadi. Ia menilai orientasi kepemimpinan seharusnya bertumpu pada kinerja dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

"Yang paling terakhir enak itu pemimpin. Pemimpin itu bukan berorientasi pada fasilitas, tetapi pada karya dan kinerja," ujarnya.

Di sisi lain, polemik ini telah memicu reaksi luas di masyarakat. Rencana renovasi rujab senilai Rp25 miliar itu dinilai tidak sensitif terhadap kondisi sosial ekonomi warga, terutama karena mencakup sejumlah fasilitas yang dianggap tidak mendesak.

Beberapa item yang menjadi sorotan publik di antaranya adalah pengadaan kursi pijat hingga akuarium air laut. Kehadiran fasilitas tersebut memicu kritik tajam dan mempertanyakan prioritas penggunaan anggaran daerah.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, Gubernur Kaltim Rudi Mas’ud akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada publik. Permintaan maaf itu disampaikan melalui akun Instagram pribadinya pada Minggu (26/4/2026) malam.

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.