27 April 2026

Get In Touch

Dari Istana hingga Menhan, Rangkaian Pertemuan Elite Perkuat Isu Reshuffle

Presiden Prabowo Subianto menerima Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (foto: Gerindra)
Presiden Prabowo Subianto menerima Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026). (foto: Gerindra)

JAKARTA (Lentera) - Isu perombakan kabinet di pemerintahan Prabowo Subianto kian menguat. Terlebih rangkaian pertemuan elite berlangsung intens dari Istana Kepresidenan hingga pertemuan yang digagas Menteri Pertahanan dalam beberapa hari terakhir.

Pertemuan Presiden dengan Luhut Binsar Pandjaitan dan Dudung Abdurachman pada Selasa (21/4/2026) lalu. Disusul konsolidasi jajaran militer bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Jumat (24/4/2026), menjadi sinyal kuat adanya penataan ulang komposisi kabinet. 

Empat Mata antara Prabowo dengan Jenderal Purnawirawan

Mengutip berbagai sumber, Presiden Prabowo lebih dulu melakukan pertemuan 4 mata dengan Luhut Binsar Pandjaitan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (21/4/2026).

Melalui akun instagram, Luhut mengonfirmasi pertemuan tertutup itu membahas kondisi terkini ekonomi nasional, termasuk simulasi dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang menunjukkan pertumbuhan dan aktivitas ekonomi Indonesia masih berada dalam tren terjaga dalam tiga bulan ke depan.

Tak berselang lama, Presiden juga memanggil Dudung Abdurachman ke Istana Kepresidenan pada hari yang sama. Dudung, yang kini menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Pertahanan Nasional, mengaku diminta memberikan pandangan terkait isu strategis, baik nasional maupun internasional.

"Saya kan penasihat Presiden, tentunya mungkin ada hal-hal yang beliau minta saran masukan. Biasanya beliau suka minta masukan dari kami," ujar Dudung kepada awak media saat itu.

Menhan dan Sejumlah Tentara Aktif hingga Purnawirawan, Termasuk Dudung

Tiga hari berselang, pertemuan antara Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersama sejumlah jenderal aktif dan purnawirawan TNI di Kementerian Pertahanan, Jumat (24/4/2026).

Dalam forum tersebut, hadir Panglima TNI Agus Subiyanto serta para kepala staf angkatan dan sejumlah tokoh militer senior lintas matra.

Sjafrie dalam pertemuan itu menegaskan, tidak semua agenda pertahanan dapat dibuka ke publik. “Pembangunan kekuatan pertahanan negara ini memang memerlukan atensi khusus, termasuk dalam hal publikasi," ujarnya.

Isu Reshuffle Menguat, Nama Dudung Mencuat

Memasuki Senin (27/4/2026), isu reshuffle kian menguat. Sejumlah nama mulai mencuat dan disebut-sebut akan mengisi posisi strategis di lingkar Istana. Salah satu nama yang santer dibicarakan adalah Dudung Abdurachman, yang masuk dalam bursa calon Kepala Staf Kepresidenan.

Jika skenario tersebut terealisasi, posisi Kepala Staf Kepresidenan saat ini, M. Qodari, dikabarkan akan bergeser ke jabatan Kepala Badan Komunikasi Presiden (Bakom). Namun, Qodari memilih tidak berspekulasi terkait kabar tersebut.

"Itu semua prerogatif Presiden. Kita tunggu saja perkembangan dari Bapak Presiden," ujarnya singkat.

Selain itu, nama Hasan Nasbi disebut berpeluang mengisi posisi Utusan Khusus Presiden bidang Komunikasi. Sementara Abdul Kadir Karding dikabarkan kembali masuk Kabinet Merah Putih, dalam bursa Kepala Badan Karantina (Barantin).

Editor: Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.