SORONG (Lentera) - Pemerintah pusat menyiapkan alokasi 3.000 unit rumah subsidi untuk Provinsi Papua Barat Daya (PBD) pada tahun 2026 ini.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyatakan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
"Ini bagian dari kebijakan pemerintah untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah yang layak," ujar Maruarar saat berada di Sorong, mengutip Antara, Senin (27/4/2026).
Ditegaskannya, pembangunan rumah subsidi di Papua Barat Daya tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor agar program berjalan optimal dan tepat sasaran, mengingat tantangan geografis dan kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.
Untuk itu, Kementerian PKP menggandeng Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat dalam memperkuat skema pembiayaan perumahan. Selain itu, pelaku usaha lokal, termasuk pengusaha muda Papua, juga dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan.
Menurut Maruarar, keterlibatan pengusaha lokal bukan sekadar pelengkap, melainkan kunci percepatan pembangunan sekaligus strategi menggerakkan roda ekonomi daerah.
"Kita ingin mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi pelaku utama dalam pembangunan perumahan di daerahnya," tegasnya.
Di sisi lain, pemerintah juga berupaya memperluas akses pembiayaan rumah subsidi melalui skema yang lebih inklusif. Langkah ini disesuaikan dengan karakteristik dan kemampuan ekonomi masyarakat Papua, sehingga program dapat benar-benar dirasakan manfaatnya.
Dukungan pembiayaan jangka panjang serta berbagai bentuk subsidi menjadi instrumen utama untuk menekan beban masyarakat dalam memiliki rumah pertama.
"Kita ingin masyarakat Papua bisa memiliki rumah dengan skema yang ringan, terjangkau, dan berkelanjutan," kata Maruarar.
Lebih lanjut, ia menekankan sinergi antara pemerintah, lembaga pembiayaan, dan pelaku usaha menjadi faktor penentu keberhasilan program ini.
"Dengan langkah tersebut, kita menargetkan penyediaan hunian tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat," pungkasnya.
Editor: Santi




.jpg)
