26 April 2026

Get In Touch

Banjir di Sarolangun Jambi, Ratusan Rumah Terdampak dan Satu Jembatan Roboh

Satu jembatan di Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batangasai roboh akibat diterjang banjir luapan Sungai Batangasai, Minggu (26/4/2026). (foto:ist/Ant/Camat Batangasai)
Satu jembatan di Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batangasai roboh akibat diterjang banjir luapan Sungai Batangasai, Minggu (26/4/2026). (foto:ist/Ant/Camat Batangasai)

JAMBI (Lentera) - Banjir melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, pada Sabtu (25/4/2026) malam hingga Minggu (26/4/2026), yang menyebabkan ratusan warga harus mengungsi karena rumah mereka terendam air dari meluapnya Sungai Batang Asai dan Batang Tembesi.

"Kita masih di lapangan, masih melalukan pendataan, ada sejumlah desa terdampak di Kecamatan Batang Asai dan Cermin Nang Gedang, serta Bathin VIII, " kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarolangun, Solahudin Nopri saat dikonfirmasi mengutip Antara, Minggu (26/4/2026).

Menurutnya, banjir tersebut menyebabkan bangunan rumah yang berdiri di dekat Sungai Batang Asai terdampak. Peristiwa luapan terjadi, Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 22.00 WIB hingga dan puncaknya pukul 00.30 WIB atau Minggu (26/4/2026) dini hari.

Peristiwa itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Sarolangun, sejak Sabtu petang hingga Minggu pagi.

Camat Batangasai, Asmiati menambahkan banjir berdampak pada tujuh desa. Akibat peristiwa itu, satu jembatan penghubung antar-dusun roboh disapu banjir.

"Di Desa Pekan Gedang ada dua unit rumah hanyut terbawa arus air, dua unit alami rusak berat, tiga unit rusak ringan, dan ada sebanyak 93 KK yang terdampak banjir," ungkapnya.

Dari data yang terhimpun, katanya, tercatat 12 rumah di Desa Pulau Salak Baru terendam banjir, 30 rumah di Desa Paniban dan 19 bangunan di Desa Batu Empang. Ditambah 14 rumah di Desa Muara Pemuat, tujuh rumah di Desa Simpang Narso.

"Untuk laporan sementara ini baru itu data yang kita terima dari pihak desa. Saat ini sudah mulai surut, namun kita imbau warga yang di bagian hilir dan dekat dengan sungai untuk tetap waspada," ungkapnya.

Selain itu, banjir turut melanda Desa Teluk Kecimbung, Kecamatan Bathin VIII. Kepala Desa (Kades) Teluk Kecimbung, Abu Nawas mengatakan banjir luapan Sungai Batang Tembesi mulai melanda wilayah tersebut sejak pukul 01.00 WIB atau Minggu dini hari.

Menurutnya, menjelang pagi kondisi air mulai meninggi dan merendam badan jalan hingga rumah warga. Bahkan di sebagian tempat ketinggian air hampir menutupi bangunan rumah warga.

"Pagi ini naik dua meter, data rumah terendam belum ada, diperkirakan ratusan rumah di Dusun I, III, dan IV, Desa Teluk Kecimbung," jelasnya.

Pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten, saat ini tim BPBD dan instansi terkait tengah menuju ke lokasi bencana banjir pada sejumlah desa di Sarolangun. 

Evakuasi dilakukan secara mandiri, mengingat akses jalan antar-wilayah belum bisa dilalui akibat rendaman air.

"Tim SAR sedang dalam perjalanan, saat ini evakuasi dilakukan secara mandiri," imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.