24 April 2026

Get In Touch

Pansus DPRD Jatim Kaji Pembentukan BUMD Khusus Pangan

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim, Lilik Hendarwati
Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim, Lilik Hendarwati

SURABAYA (Lentera) -Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur tengah mengkaji rekomendasi pembentukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang fokus pada sektor pangan guna mengoptimalkan potensi daerah sebagai lumbung pangan nasional.

Langkah tersebut dinilai penting agar tata kelola pangan di Jawa Timur memiliki manajemen yang lebih mandiri dan tidak tercampur dengan lini bisnis lain. Dalam prosesnya, Pansus BUMD juga telah melakukan studi banding ke PT Food Station Tjipinang Jaya di Jakarta.

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, menyatakan bahwa Jawa Timur membutuhkan entitas khusus yang mampu menjembatani pengelolaan pangan dari hulu hingga hilir.

“Sebenarnya Jawa Timur itu justru membutuhkan semacam Food Station yang itu bisa digunakan sebagai jembatan dari hilir ke hulu pangan itu sendiri. Jika itu dikelola oleh BUMD yang memang khusus menangani pangan, saya kira hasilnya akan jauh lebih baik. Selama ini BUMD pangan kita itu masih tercampur-campur,” ungkapnya, Rabu (22/04/2026).

Menurutnya, pengelolaan pangan di Jawa Timur belum optimal karena masih berada di bawah BUMD dengan beragam fokus usaha. Ia juga menyoroti unit usaha Puspa Agro yang dinilai belum maksimal meski memiliki infrastruktur memadai.

Lilik menegaskan bahwa BUMD pangan harus memiliki spesialisasi kerja yang jelas, mulai dari pengumpulan hasil produksi hingga pemasaran.

“Fokusnya harus satu, tidak tercampur-campur seperti BUMD sekarang yang jualan sembako, jualan rumah, apartemen, sampai pergudangan. Jika dikelola secara khusus, hasilnya pasti beda. Ada yang khusus mengumpulkan pasokan dari bawah, ada bagian marketing-nya, dan ada bagian penjualannya. Itu akan lebih intens untuk menyelesaikan masalah pangan,” tegasnya.

Pansus DPRD Jatim menilai pembentukan BUMD pangan khusus juga menjadi langkah strategis dalam mendukung peran Jawa Timur sebagai pemasok logistik, termasuk untuk kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Pasokan pangan dari Jawa Timur adalah yang terdekat untuk jalur ke IKN. Apalagi Jawa Timur adalah lumbung pangan Indonesia dengan penghasil terbesar. Jika BUMD Pangan Jatim konsepnya dari hulu ke hilir, dampaknya luar biasa. Kita punya potensinya, tinggal bagaimana pengelolaannya,” pungkasnya.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.