DUGAAN praktik sindikat joki dalam pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 terungkap di sejumlah kampus di Surabaya pada hari pertama ujian, Selasa (21/4/2026). Panitia menemukan anomali identitas peserta, mulai dari kemiripan foto dengan peserta tahun sebelumnya hingga ketidaksesuaian nama dan orang yang mengikuti ujian. Indikasi kasus muncul di Universitas Airlangga (Unair), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan UPN Veteran Jawa Timur. Secara nasional, panitia mencatat 2.940 potensi kecurangan dari anomali data pada hari pertama tersebut. Modusnya mencakup joki, pemalsuan dokumen, hingga penggunaan alat komunikasi. Bahkan, terindikasi keterlibatan sindikat terorganisir yang menyeret dugaan keterlibatan oknum internal. Selain di Surabaya, praktik serupa juga terdeteksi di sejumlah pusat UTBK lain seperti Universitas Diponegoro, Universitas Sulawesi Barat, dan Universitas Negeri Malang. Dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, pola kecurangan tidak banyak berubah, namun skala temuan dini yang mencapai ribuan anomali di hari pertama menunjukkan deteksi yang lebih agresif. Potensi bertambahnya daftar temuan kecurangan masih terbuka mengingat tes akan berlangsung hingga 30 April 2026 mendatang. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/22042026.pdf



.jpg)
.jpg)
