10 April 2026

Get In Touch

Perkuat Konsep Wisata di Pasar Sidayu, Mendag RI Dorong Digitalisasi

GRESIK (Lentera) - Menteri Perdagangan (Mendag) Republik Indonesia, Budi Santoso meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik untuk memperkenalkan digitalisasi atau penjualan online kepada para pedagang di Pasar Sidayu, Gresik, Jawa Timur. Hal ini disampaikan Mendag saat menghadiri "Peresmian Pasar Sidayu", Jumat (10/4/2025), sebagai upaya untuk memperkuat konsep wisata yang disematkan pada pasar warisan Kanjeng Sepuh Sidayu tersebut.

Mendag mengatakan, melalui digitalisasi, pedagang di pasar tradisional Sidayu ini bisa memperluas jangkauan penjualannya. Mengingat di era yang serba digital ini masyarakat sudah terbiasa dengan belanja online di berbagai platform. Karena itu, ia berharap dengan optimalisasi teknologi ini, pendapatan pedagang semakin meningkat, perekonomian masyarakat pun terkena imbas positifnya.

"Ini (digitalisasi, Red) sudah kita terapkan di beberapa pasar rakyat. Kita melakukan pelatihan-pelatihan kepada pedagang. Transaksinya pun semakin ramai melalui online. Apalagi Pasar Sidayu kosepnya pasar wisata. Bagi pengunjung yang tidak sempat berbelanja, bisa mendapatkan barang-barang di Pasar Sidayu melalui online," ujar Mendag.

Sementara itu, Bupati Gresik menjelaskan, Pasar Sidayu merupakan salah satu pusat perekonomian di wilayah Gresik Utara. Mengampu beberapa kecamatan, yaitu Sidayu, Panceng, Ujungpangkah, Dukun, bahkan sampai Kecamatan Bungah dan Manyar.

Pasar ini punya tradisi Pahing. Jadi setiap Pahing dalam penanggalan Jawa, kondisi pasar selalu ramai.

Pasar ini dulu dibangun oleh Kanjeng Sepuh Sidayu, salah satu Bupati Sidayu di abad ke-18. Sehingga menjadikan Pasar Sidayu sebagai salah satu cagar budaya wilayah Gresik Utara. Namun Pasar Sidayu beberapa tahun lalu sempat terjadi kebakaran.

"Desain baru Pasar Sidayu diselesaikan tahun lalu, dan alhamdulilah saat ini diresmikan hasil pembangunannya," tandas Bupati Gresik.

Ia juga menjelaskan, renovasi dilakukan dua tahap. Dimana tahap pertama menggunakan anggaran Rp3 miliar, dan tahap kedua melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Rp30 miliar. Semua tahapan mendapatkan pendampingan dari Kejaksaan Agung (Kejagung), yang diwakili Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

"Alhamdulillah sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya masyarakat Sidayu," katanya.

Lebih lanjut Bupati Gresik juga menerangkan bahwa Pemkab Gresik mendesain pasar ini tidak hanya menjadi pusat perekonomian, tapi juga menjadi destinasi wisata. Banyak spot foto yang menarik, atau Instagramable.

"Kita belajar ke negara-negara yang menjadikan pasar sebagai destinasi wisata. Karena itu kami menegaskan kepada pengelola pasar untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keamanan," tutupnya. (ADV)

 

Reporter: Asepta

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.