09 April 2026

Get In Touch

Harga Baru BBM Nonsubsidi Belum Jelas, Bahlil Minta Doa agar Minyak Dunia Turun

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (foto:Kementerian ESDM)
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. (foto:Kementerian ESDM)

JAKARTA (Lentera) - Kepastian harga baru bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi hingga awal April 2026 masih belum jelas. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintah masih melakukan kajian, seraya meminta masyarakat turut mendoakan agar harga minyak dunia turun sehingga penyesuaian yang dilakukan tidak memberatkan.

"Mudah-mudahan, doakan agar harga Indonesian Crude Price (ICP) bisa turun. Itu akan jauh lebih baik," ujar Bahlil kepada awak media, di Kompleks Istana Kepresidenan, mengutip Bloomberg, Kamis (8/4/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil, menjawab keresahan masyarakat yang menunggu kepastian harga BBM nonsubsidi periode April 2026, yang saat ini masih ditahan dari harga bulan lalu.

Menurutnya, penyesuaian harga tetap akan dilakukan setelah seluruh perhitungan rampung. Ia menyebut besaran perubahan harga sangat bergantung pada tren harga minyak mentah dunia.

"Mengenai dengan BBM yang RON 92, RON 95, RON 98, termasuk dengan solar yang Dex (series), itu nanti kita akan melakukan penyesuaian setelah perhitungan selesai," katanya.

Bahlil mengatakan, jika tren harga minyak dunia terus melandai, maka penyesuaian harga BBM nonsubsidi berpotensi relatif kecil sehingga tidak terlalu membebani masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah memastikan harga BBM bersubsidi tetap aman. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi hingga akhir 2026, meskipun harga minyak dunia mengalami tekanan.

"Kami siap tidak menaikkan harga BBM subsidi sampai akhir tahun dengan asumsi harga minyak dunia rata-rata US$100 per barel. Itu sudah kami hitung. BBM subsidi aman, tidak usah khawatir," tegasnya dalam rapat bersama Komisi XI DPR RI, Senin (6/4/2026).

Ia menjelaskan, Kementerian Keuangan telah mengkalkulasi dampak harga minyak dunia mulai dari US$80 hingga US$100 per barel terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), termasuk langkah mitigasi yang diperlukan.

Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga memastikan tidak melakukan perubahan harga BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, per 1 April 2026. Kebijakan tersebut mengikuti arahan pemerintah.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun, menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga ketersediaan energi sekaligus menjalankan kebijakan pemerintah terkait harga BBM.

"Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan energi dengan mengikuti arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga BBM," ujarnya dalam keterangan resmi.

Langkah serupa juga diikuti oleh operator SPBU swasta, BP-AKR, yang turut menahan harga BBM jenis bensin dan solar pada awal April 2026.

Manajemen BP-AKR menyatakan pihaknya menghormati kebijakan pemerintah dalam tata kelola dan penetapan harga BBM di Indonesia, serta tetap menjalankan usaha sesuai mekanisme yang berlaku.

"Sebagai badan usaha niaga BBM, BP-AKR berkomitmen menyediakan bahan bakar dan layanan berkualitas bagi pelanggan sesuai ketentuan sektor energi di Indonesia," ujar perwakilan manajemen.

Editor:Santi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.