04 April 2026

Get In Touch

Erupsi Gunung Dukono Lontarkan Abu Vulkanik 1,4 Km, Warga Diminta Waspada

Gunung Dukono di Halmahera Utara, kembali erupsi lontarkan abu vulkanik 1.400 meter, Sabtu (4/4/2026). (foto:ist/Ant)
Gunung Dukono di Halmahera Utara, kembali erupsi lontarkan abu vulkanik 1.400 meter, Sabtu (4/4/2026). (foto:ist/Ant)

HALMAHERA (Lentera) - Erupsi Gunung Dukono melontarkan abu vulkanik setinggi 1,4 kilometer di atas puncak pada Sabtu (4/4/2026). Menyusul kejadian tersebut, warga di sekitar kawasan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak erupsi.

"Erupsi terjadi sekitar pukul 11.08 WIT dengan ketinggian kolom abu mencapai 1.400 meter di atas puncak gunung," ujar

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono, Bambang Sugiono, melansir Antara, Sabtu (4/4/3036).

Dikatakannya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal dan condong ke arah barat daya mengikuti arah angin.

Selain terpantau secara visual, aktivitas erupsi juga terekam melalui alat seismograf. Data menunjukkan amplitudo maksimum mencapai 27 milimeter dengan durasi sekitar 55,07 detik, yang mengindikasikan aktivitas vulkanik masih cukup intens dan berlangsung secara periodik.

Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut saat ini berstatus Level II atau Waspada. Status tersebut menandakan adanya peningkatan aktivitas di atas kondisi normal, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

PGA Dukono mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting guna mengantisipasi potensi bahaya. Warga maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas apa pun, termasuk mendaki, serta tidak mendekati Kawah Malupang Warirang dalam radius 4 kilometer dari pusat erupsi.

Bambang menegaskan, karakter erupsi Gunung Dukono bersifat fluktuatif dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Sebaran abu vulkanik pun tidak menentu karena sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin.

"Area terdampak abu bisa berubah-ubah, sehingga masyarakat perlu terus memantau informasi resmi," jelasnya.

Selain ancaman lontaran material vulkanik, abu vulkanik juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama pada sistem pernapasan. Oleh karena itu, warga yang beraktivitas di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut.

Hingga saat ini, kondisi Gunung Dukono masih dalam pemantauan intensif oleh petugas PGA. Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keselamatan masyarakat serta menyampaikan informasi terkini.

Meski aktivitas erupsi masih berlangsung, masyarakat diminta tetap tenang namun siaga, serta mematuhi seluruh imbauan resmi guna meminimalkan risiko yang ditimbulkan.

"Warga diharapkan tetap tenang, namun waspada dan mengikuti arahan dari otoritas terkait," pungkas Bambang.

Editor:Santi,ist

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.