MALANG (Lentera) - Persaingan masuk Universitas Brawijaya (UB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 kian ketat. Di prodi Kedokteran, sebanyak 1.405 pendaftar harus berebut 64 kursi yang disediakan, menjadikannya salah satu program studi dengan tingkat seleksi paling kompetitif.
"Tingkat persaingannya sangat ketat mengingat daya tampung yang disediakan hanya untuk 64 mahasiswa baru," ujar Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, dikutip pada Sabtu (4/4/2026).
Posisi kedua ditempati prodi Farmasi dengan 1.181 pendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 36 mahasiswa. Disusul Kedokteran Gigi dengan 991 pendaftar dan daya tampung 33 kursi. Sementara itu, Teknik Industri berada di posisi berikutnya dengan 775 pendaftar yang bersaing memperebutkan 44 kursi.
Secara keseluruhan, total sebanyak 3.900 siswa dinyatakan lolos SNBP 2026 di Universitas Brawijaya dari total 33.498 peserta. Selain di bidang kedokteran, Prof. Imam menyebut Ilmu Hukum juga kembali menjadi primadona di tahun ini.
"Prodi Ilmu Hukum menjadi yang paling diminati dengan 1.378 pendaftar, namun hanya menyediakan 133 kursi bagi calon mahasiswa baru," ungkapnya.
Di posisi selanjutnya, prodi Psikologi mencatat 1.135 peminat dengan daya tampung hanya 58 mahasiswa. Sedangkan prodi Manajemen berada di urutan ketiga dengan 1.074 pendaftar dan kuota 75 kursi.
Sementara itu, prodi Akuntansi mencatat 1.065 peminat dengan daya tampung 94 mahasiswa. "Kemudian prodi Administrasi Bisnis diminati 1.025 pendaftar dengan kuota 90 kursi," papar Prof. Imam.
Selain prodi-prodi favorit, UB juga mencatat perkembangan positif pada program studi baru yang dibuka tahun sebelumnya. Prodi Bioinformatika, misalnya, memiliki tingkat keketatan sekitar 16 persen, dengan 73 pendaftar dan 12 mahasiswa diterima.
Sementara itu, prodi Industri Peternakan Cerdas mencatat tingkat keketatan sekitar 23 persen, dengan 20 mahasiswa diterima dari total 86 pendaftar.
Prof. Imam berharap, tingginya tingkat keketatan ini dapat menyaring calon mahasiswa dengan kapasitas akademik terbaik sesuai bidang yang dipilih. Ia juga mengingatkan para peserta yang telah dinyatakan lolos untuk segera memperhatikan proses daftar ulang.
"Daftar ulang ini digunakan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa yang diterima telah betul-betul memenuhi persyaratan dan akan diverifikasi oleh UB," jelasnya.
Di sisi lain, Prof. Imam juga memberikan motivasi kepada peserta yang belum berhasil lolos melalui jalur SNBP agar tidak berkecil hati dan tetap berjuang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
"Tetap semangat, ikhtiar, dan terus berdoa. Ingatlah bahwa yang terbaik bagi kita belum tentu selalu yang nomor satu," pungkasnya.
Editor:Santi




.jpg)
