SURABAYA (Lentera) - Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Dewanti Rumpoko, mengungkapkan peningkatan kecelakaan lalu lintas di wilayah Kota Batu selama Lebaran 2026 didominasi oleh faktor kelelahan pengendara.
Berdasarkan data Satlantas Polres Batu, angka kecelakaan mengalami kenaikan selama periode tersebut. Dewanti menyebutkan, kelelahan fisik (fatigue) dan microsleep menjadi penyebab utama kecelakaan, terutama di wilayah Malang Raya.
“Faktor utama peningkatan kecelakaan di wilayah Malang Raya, termasuk Batu, adalah kelelahan fisik pengendara (fatigue) dan microsleep (tertidur sejenak) saat berkendara, yang memicu kecelakaan, terutama di Kabupaten Malang yang naik hingga 137%,” ungkapnya, Kamis (1/4/2026).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim tersebut menjelaskan, kondisi geografis Kota Batu yang berbukit dengan jalan menanjak dan turunan tajam turut meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya di jalur rawan seperti Jalur Klemuk dan Payung.
Menurut Dewanti, Jalur Klemuk menjadi salah satu titik dengan tingkat kecelakaan menonjol, terutama akibat kendaraan yang mengalami rem blong.
“Di Jalur Klemuk menjadi lokasi kecelakaan menonjol, terutama akibat kendaraan yang mengalami rem blong. Hal ini ke depan harus mendapat perhatian dari pemerintah untuk menekan laka lantas di wilayah itu,” katanya.
Ia menambahkan, jalur tersebut perlu mendapatkan kajian lebih lanjut, termasuk kemungkinan penutupan permanen atau pembatasan tertentu seperti sistem satu arah karena dinilai berbahaya.
“Tentunya bisa juga menambah pasir pada jalur penyelamat (jika masih ada kendaraan nekat yang masuk) untuk memastikan fungsinya optimal dalam menghentikan kendaraan rem blong,” pungkasnya.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH




.jpg)
