DPRD Jatim Usulkan Elektrifikasi Bus Trans Jatim untuk Dukung Transportasi Ramah Lingkungan
SURABAYA (Lentera) -Anggota Komisi D DPRD Jawa Timur, Satib, mengusulkan penggunaan bus listrik pada layanan Trans Jatim sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah pusat dalam konversi kendaraan berbahan bakar bensin ke listrik.
Menurut Satib, langkah tersebut sejalan dengan program yang diusung Presiden Prabowo Subianto terkait elektrifikasi kendaraan di Indonesia. Ia menyebutkan, pengembangan rute baru Trans Jatim dapat menjadi momentum untuk mulai mengoperasikan armada bus listrik.
“Kalau sekarang masih menggunakan BBM bensin, tentunya jika membuka rute baru bisa menggunakan bus listrik,” ungkapnya, Kamis (1/4/2026).
Satib menjelaskan, penggunaan bus listrik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur memiliki sejumlah keuntungan strategis, terutama dari sisi lingkungan, ekonomi, dan modernisasi transportasi. Ia menilai, bus listrik tidak menghasilkan emisi gas buang sehingga mampu meningkatkan kualitas udara, khususnya di wilayah padat penduduk.
Selain itu, ia menambahkan bahwa penggunaan bus listrik dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan mendorong pemanfaatan energi listrik domestik.
“Elektrifikasi bus diproyeksikan dapat menghasilkan manfaat ekonomi yang besar bagi wilayah, termasuk peningkatan aksesibilitas dan konektivitas transportasi publik,” jelasnya.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengungkapkan rencana konversi massal kendaraan berbahan bakar konvensional menjadi listrik berbasis baterai, termasuk sepeda motor, mobil, truk, hingga traktor. Ia meyakini strategi tersebut dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan bakar minyak (BBM).
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH




.jpg)
