28 March 2026

Get In Touch

Anak Obesitas Bisakah Bertumbuh Kembang Optimal?

Anak Obesitas Bisakah Bertumbuh Kembang Optimal?

SURABAYA ( LENTERA ) - Obesitas pada anak masih menjadi masalah kesehatan yang semakin sering dijumpai. Banyak orang tua mengira kondisi ini hanya disebabkan oleh konsumsi junk food, padahal kebiasaan sehari-hari seperti pola makan yang tidak seimbang juga dapat berkontribusi terhadap peningkatan berat badan anak.

Lalu, langkah atau kebiasaan apa yang bisa diterapkan orang tua untuk menjaga pola makan anak tetap seimbang dan membantu mengontrol berat badannya?

Atur Porsi Makan yang Sesuai
Susu kerap dianggap sebagai minuman yang selalu bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan anak. Namun, pada anak yang sudah mengalami obesitas, konsumsi susu tetap perlu diperhatikan karena turut menyumbang asupan kalori harian.

Jika dikonsumsi secara berlebihan, susu dapat menambah total energi yang masuk ke tubuh dan berpotensi mempercepat kenaikan berat badan. Oleh karena itu, pemberian susu pada anak dengan obesitas sebaiknya tidak berlebihan serta tetap disesuaikan dengan kebutuhan gizinya.
Dokter spesialis anak, Ian Suryadi Suteja, M.Med.Sc., SpA, menjelaskan anak yang telah mengalami obesitas sebaiknya tidak mengonsumsi susu dalam jumlah berlebihan setiap hari.

“Susu tidak boleh lebih dari 450 ml sehari. Banyak sekali pasien saya yang minum susu sampai satu liter sehari karena dianggap bisa membuat tinggi badan atau berat badan bagus, padahal itu tidak dianjurkan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa pada anak yang sudah mengalami obesitas, sebaiknya tidak diberikan susu dengan kandungan kalori tinggi. Sebagai alternatif, orang tua dapat memilih susu biasa seperti fresh milk, dengan jumlah yang tetap dibatasi agar kebutuhan gizi anak terpenuhi tanpa menambah asupan kalori secara berlebihan.

Perbaiki Pola Makan Anak dengan Bertahap
Pengaturan pola makan menjadi salah satu langkah penting dalam membantu mengontrol berat badan anak. Meski demikian, perubahan pola makan sebaiknya tidak dilakukan secara drastis agar anak tetap merasa nyaman dan tidak tertekan.
Dokter menjelaskan bahwa pada anak dengan obesitas, porsi makan tidak perlu langsung dikurangi secara ekstrem. Penyesuaian dapat dilakukan secara bertahap, misalnya dengan mengurangi frekuensi makan apabila sebelumnya anak terbiasa makan terlalu sering.

Anak Harus Aktif Bergerak
Selain pola makan, aktivitas fisik juga memiliki peran penting dalam membantu mengontrol berat badan anak. Namun, saat ini tidak sedikit anak yang lebih sering melakukan aktivitas sedentari, seperti bermain gawai atau menonton televisi dalam waktu lama.

Padahal, tubuh anak tetap memerlukan aktivitas fisik agar energi yang diperoleh dari makanan dapat dimanfaatkan secara optimal. Aktivitas fisik juga membantu menjaga kebugaran tubuh sekaligus mendukung proses pertumbuhan yang sehat.

Dokter menyarankan agar anak rutin melakukan aktivitas fisik dengan intensitas sedang hingga berat, seperti berolahraga atau bermain aktif di luar ruangan. Kegiatan ini idealnya dilakukan sekitar tiga kali dalam seminggu dengan durasi kurang lebih 30 menit.

Dengan kombinasi pengaturan pola makan yang tepat dan aktivitas fisik yang cukup, pengelolaan berat badan anak dapat dilakukan secara lebih sehat dan bertahap tanpa memberikan tekanan berlebihan pada anak.

Meski demikian, dokter mengingatkan bahwa tidak semua anak yang terlihat gemuk dapat langsung dikategorikan mengalami obesitas. Salah satu tanda yang sering diperhatikan orang tua adalah adanya lipatan lemak pada tubuh anak, misalnya pada bagian lengan yang terlihat seperti “roti sobek”.
Namun, tanda tersebut tidak dapat dijadikan satu-satunya patokan untuk menentukan apakah seorang anak mengalami obesitas.

"Kalau lipatan-lipatan terlalu banyak itu bisa jadi salah satu tanda. Tapi kita tetap harus screening menggunakan kurva pertumbuhan," terangnya.
"Banyak juga anak yang berat badannya gemuk banget, tapi tingginya juga tinggi. Begitu diklasifikasi ternyata tidak obesitas, jadi harus dilihat dari kurvanya," tambahnya.

Karena itu, penentuan obesitas pada anak sebaiknya tidak hanya didasarkan pada penampilan fisik. Penilaian yang lebih akurat perlu dilakukan melalui pemeriksaan kurva pertumbuhan oleh tenaga kesehatan. (Itqiyah_mahasiswa UINSA berkontribusi dalam tulisan ini.)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.