26 March 2026

Get In Touch

Catat! 9 Buah Ini Berpotensi Menangkal Kanker

Catat! 9 Buah Ini Berpotensi Menangkal Kanker

SURABAYA ( LENTERA ) - Buah-buahan manis, asam, dan menyegarkan mengandung vitamin, mineral,serat, dan senyawa antioksidan yang berperan penting dalam melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan.  Kerusakan sel inilah yang bila dibiarkan, bisa memicu berkembangnya kanker. Antioksidan dalam buah bekerja dengan cara mengurangi peradangan, serta membantu sistem imun menjaga kestabilan sel.

Memang, tidak ada satupun makanan yang bisa sepenuhnya mencegah atau menyembuhkan kanker. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya akan buah-buahan berwarna-warni dapat membantu menurunkan risiko beberapa jenis kanker. 
Beberapa jenis buah diketahui memiliki senyawa alami yang berpotensi membantu mencegah pertumbuhan sel kanker. Berikut Sembilan buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi secara rutin.

Apel
Apel mengandung polifenol, senyawa alami dari tumbuhan yang dikenal memiliki potensi antikanker. Polifenol bukan hanya sekadar antioksidan. Senyawa ini juga berperan dalam mencegah peradangan atau inflamasi, melindungi jantung dari penyakit kardiovaskular, serta membantu tubuh melawan infeksi. 

Bluberi 
Bluberi kaya antioksidan, terutama antosianin, yang melindungi sel dari kerusakan dan dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Buah ini juga mengandung vitamin C, serat, serta nutrisi lain yang mendukung sistem imun dan kesehatan pencernaan.

Tomat 
Tomat, meskipun dianggap sayur adalah buah yang sehat dan kaya likopen, antioksidan yang berpotensi sebagai senyawa antikanker. Memasak tomat meningkatkan kadar likopen, dan mengonsumsinya dengan lemak sehat, seperti minyak zaitun, memperbaiki penyerapan. Kombinasi tomat dan brokoli lebih efektif dalam mengurangi pertumbuhan kanker prostat.

Anggur
Di balik kulit tipis anggur merah dan ungu, tersimpan senyawa alami bernama resveratrol. Senyawa ini merupakan antuoksidan kuat yang mampu melindungi DNA dari kerusakan sekaligus memperlambat pertumbuhan sel kanker.

Sitrus 
Buah-buahan sitrus, seperti jeruk, lemon, limau, dan jeruk mandarin, dikenal kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh serta berpotensi membantu menurunkan risiko kanker.
Buah jenis ini mengandung vitamin C, serat, dan berbagai senyawa bioaktif, antara lain flavonoid, karotenoid, limonoid, serta terpen. Kandungan tersebut bekerja secara sinergis untuk melindungi sel dari kerusakan, mengurangi peradangan, dan menjaga fungsi sel agar tetap normal.
Konsumsi buah sitrus secara teratur juga dikaitkan dengan berkurangnya risiko beberapa jenis kanker, terutama kanker lambung, kanker kerongkongan, dan kanker pada rongga mulut.

Stroberi 
Di balik rasa manis dan asamnya, stroberi memiliki manfaat besar untuk kesehatan. Buah ini kaya akan antioksidan seperti vitamin C dan antosianin yang membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi peradangan. Rutin mengonsumsi stroberi dapat menurunkan risiko beberapa kanker, menjaga tekanan darah, dan menstabilkan kadar gula darah. Menambahkan stroberi ke dalam diet adalah investasi untuk kesehatan jangka panjang.


Alpukat 
Alpukat memberikan banyak manfaat untuk kesehatan jantung, mata, tulang, dan pencernaan, serta mungkin membantu melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi alpukat secara rutin dapat menurunkan risiko kanker kolorektal, paru-paru, dan kandung kemih pada pria. Namun, studi menunjukkan bahwa wanita yang mengonsumsi alpukat memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara, tanpa kaitan jelas dengan jenis kanker lainnya.

Delima 
Biji delima yang merah memiliki antioksidan dan senyawa antiinflamasi yang dapat membantu memperlambat pertumbuhan sel kanker dan mengurangi penyebaran tumor. Penelitian menunjukkan potensi jus dan ekstrak biji delima terhadap berbagai jenis kanker. Namun, masih diperlukan lebih banyak studi pada manusia untuk mengetahui jumlah konsumsi delima yang optimal untuk pencegahan kanker.

Ceri 
Ceri mengandung senyawa antiinflamasi yang baik untuk kesehatan jantung dan sirkulasi darah, serta dapat menurunkan risiko kanker. Ceri mengurangi stres oksidatif dan peradangan, yang berkontribusi pada kerusakan sel. Menambahkan ceri ke dalam diet bisa mendukung kesehatan dan melindungi dari kanker.
Sebagai penangkal kanker, buah dapat bekerja lewat beberapa cara contohnya:
Membantu melawan peradangan. Peradangan kronis diketahui sebagai faktor pemicu kanker.
Mengandung nutrisi, vitamin, dan fitokimia yang dapat menghentikan zat karsinogen sebelum sempat memicu pertumbuhan sel kanker.
Mampu menghambat pembentukan pembuluh darah baru yang dibutuhkan tumor untuk berkembang.
Merangsang sistem imun sekaligus bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel.
Para ahli merekomendasikan konsumsi 1,5–2 cangkir buah beragam setiap hari. Makin beragam buah yang kamu makan, makin besar perlindungan yang bisa didapat. Dan jangan lupa, pencegahan terbaik selalu datang dari kombinasi pola makan sehat, olahraga teratur, dan menjaga berat badan ideal. (Nabilla –  mahasiswa UINSA, berkontribusi dalam tulisan ini)
 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.