21 March 2026

Get In Touch

Antisipasi Lonjakan Wisata Usai Lebaran, Polisi Rekayasa Lalin Menuju Bromo

Ilustrasi: Wisatawan di salah satu spot kawasan Gunung Bromo. (dok. Ist)
Ilustrasi: Wisatawan di salah satu spot kawasan Gunung Bromo. (dok. Ist)

MALANG (Lentera) - Kepolisian Resor (Polres) Malang mengantisipasi potensi lonjakan wisatawan menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) usai Lebaran. Salah satunya dengan menerapkan rekayasa lalu lintas (lalin) di jalur utama menuju Gunung Bromo. Khususnya melalui wilayah Gubugklakah.

"Kami sudah membangun pos pengamanan (pospam) di Gubugklakah untuk mengantisipasi lonjakan wisata yang kemungkinan terjadi di pasca Lebaran," ujar Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Kanit Turjawali) Polres Malang, Iptu Andi Agung, Sabtu (21/3/2026).

Dijelaskannya, Polres Malang juga terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk Balai Besar TNBTS dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Koordinasi tersebut bertujuan untuk memantau pergerakan jumlah wisatawan yang mengarah ke Bromo, mengingat kawasan tersebut masih menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

Dalam penerapan rekayasa lalu lintas, polisi tidak memberlakukan sistem pengalihan arus secara permanen. Sebaliknya, petugas menerapkan skema pengaturan situasional dengan memanfaatkan rest area di Gubugklakah sebagai titik kontrol arus kendaraan.

"Sistemnya, apabila ada lonjakan volume kendaraan yang bertepatan dengan arus turun dari Bromo, maka kendaraan dari bawah akan kami arahkan masuk ke rest area untuk distop sementara," jelasnya.

Penahanan arus tersebut dilakukan hingga kondisi lalu lintas dari arah Bromo menuju Malang kembali lancar. Skema serupa juga diberlakukan pada waktu sebaliknya, terutama saat dini hari ketika arus kendaraan menuju Bromo mulai meningkat.

Menurut Andi, kepadatan kendaraan biasanya terjadi pada 2 waktu, yakni saat wisatawan berangkat menuju Bromo dan saat mereka kembali. "Kalau jam naik biasanya di atas pukul 00.00 WIB, sedangkan jam turun di atas pukul 07.00 WIB," ungkapnya.

Andi menambahkan, pada jam-jam tersebut petugas akan bersiaga di pos pengamanan maupun rest area Gubugklakah. Selain pengaturan arus, petugas juga melakukan pemeriksaan kendaraan secara acak atau ramp check untuk memastikan keselamatan pengunjung.

Terkait wisatawan yang menggunakan sepeda motor dan bukan bagian dari rombongan jeep wisata, Andi menyebut pihaknya tidak melakukan pelarangan. Namun demikian, imbauan keselamatan tetap disampaikan secara masif bekerja sama dengan pengelola TNBTS.

"Kami sudah berkoordinasi untuk memasang imbauan mulai dari perbatasan Lumajang hingga rest area di jalur naik menuju Bromo," katanya.

Ia mengingatkan, kondisi cuaca yang masih didominasi musim hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara sepeda motor. "Musim Lebaran kemarin sempat ada yang terperosok. Ini karena kondisi jalan licin dan pengereman kendaraan juga berkurang," katanya.


Reporter: Santi Wahyu/Editor: Widyawati

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.