JAKARTA (Lentera) - Antrean panjang ribuan warga terlihat di tenda depan Pintu Gerbang Majapahit, Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), untuk mengikuti acara Open House Presiden Prabowo Subianto yang dijadwalkan berlangsung Sabtu (21/3/2026).
Warga berjejer sejak pukul 09.00 WIB usai salat Idulfitri. Hingga pukul 10.53 WIB, gerbang belum dibuka, meski sebelumnya lansia dan penyandang disabilitas telah diperbolehkan masuk lebih dahulu.
Padahal, acara open house dijadwalkan mulai pukul 12.00 WIB. Seskab Teddy Indra Wijaya menyebut kapasitas kegiatan tersebut mencapai hingga 5.000 orang.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyampaikan open house dilakukan setelah Presiden kembali dari rangkaian kegiatan Idulfitri di Provinsi Sumatra Utara dan Aceh.
“Setelah itu (dari Aceh), Bapak Presiden akan ke Jakarta. Kemudian kemungkinan kalau di istana, siang kami menyiapkan halalbihalal, silaturahmi, untuk seluruh warga masyarakat yang mau berkunjung,” kata Teddy, dalam keterangan resminya.
Untuk memastikan kenyamanan masyarakat, kegiatan ini akan dilangsungkan dengan skema kunjungan bergiliran. Diperkirakan jumlah pengunjung yang hadir dapat mencapai 5.000 orang, dengan pengaturan area di dalam maupun di luar Istana untuk mengakomodasi antusiasme masyarakat.
“Ya lima ribuan mungkin, seperti tahun lalu lah. Tentunya kita siapkan di dalam, nanti bila tidak muat, di luar juga sudah disiapkan oleh Pak Mensesneg tenda, kemudian ya nanti bergantian masuk,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, pemerintah juga menyiapkan berbagai hidangan khas Idulfitri. Selain itu, disiapkan juga beberapa hiburan terutama untuk para pengunjung anak-anak.
“Ada makan siang, ada silaturahmi, ada ketupat dan sebagainya. Istana terbuka untuk umum, itu siang sampai sore hari. Seperti tahun lalu, istana dibuka untuk rakyat, nanti disiapkan berbagai macam makanan dan hiburan sedikit untuk anak kecil begitu ya kira-kira,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana Idulfitri, sekaligus memperkuat nilai silaturahmi dan persatuan nasional.
Editor:Widyawati




.jpg)
