16 March 2026

Get In Touch

Waspadai Efek Samping Minum Vitamin Rambut, Kuku dan Kulit

Waspadai Efek Samping Minum Vitamin Rambut, Kuku dan Kulit

SURABAYA ( LENTERA ) - Siapa yang ingin memiliki rambut lebat, kulit glowing, dan kuku yang kuat? Sehingga sebagian orang mengonsumsi vitamin untuk rambut, kulit dan kaku. Namun perlu juga untuk mengetahui ada potensi efek samping yang harus diwaspadai.

Overdosis Nutrisi
Hanya karena vitamin baik untuk tubuh, bukan berarti dosis banyak, manfaatnya juga akan berlipat-lipat. Suplemen dengan kandungan berbagai vitamin dan mineral bisa saja dosisnya terlalu tinggi dari yang disarankan.

Gangguan Pencernaan
Suplemen untuk rambut, kuku, dan kulit kerap dikonsumsi untuk menunjang penampilan. Namun, penggunaannya tetap perlu diperhatikan karena dapat menimbulkan efek samping.
Kelebihan dosis nutrisi juga dapat memicu efek samping seperti kerusakan saraf, gangguan pencernaan, vasodilatasi hingga penurunan tekanan darah, dan sindrom milk alkali yang memicu cedera ginjal akibat kadar kalsium berlebihan.
Karena itu, ahli menyarankan agar konsumsi suplemen dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak melebihi dosis anjuran. Konsultasi dengan tenaga medis penting untuk memastikan keamanan serta mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Reaksi Alergi
Suplemen bisa memicu reaksi alergi, riset oleh Dermatolgy Practical dan Conceptual menemukan banyak bahan pada suplemen rambut, kulit, dan kuku bisa memicu reaksi alergi pada beberapa orang. 
Reaksi alergi timbul yang disebabkan oleh kolagen ikan, diindolylmethane, pewarna dan pengawet. Gejala alergi berupa gatal-gatal, radang kulit, sampai anafilaksi atau reaksi alergi ekstrem yang mengancam nyawa. 

Mengganggu Tes Laboratorium 
Konsumsi biotin terlalu tinggi dalam suplemen kecantikan bisa membuat hasil tes laboratorium jadi tidak akurat.
Penelitian menunjukkan konsumsi biotin tinggi dapat membuat pemeriksaan fungsi tiroid dan jantung membuahkan hasil kurang akurat. Sehingga hasil yang kurang akurat dapat menyebabkan kesalahan diagnosis dan pengobatan menjadi tidak tepat.

Kerontokan Rambut
Suplemen untuk kesehatan rambut, kulit, dan kuku malah dapat memicu kerontokan rambut. Pada beberapa orang, konsumsi suplemen dengan dosis tinggi selenium, vitamin A, dan vitamin E dapat menyebabkan kerontokan rambut. 
Penelitian ini juga menemukan suplemen zat besi yang berpotensi merangsang pertumbuhan rambut dan memperbaiki masalah kulit dan kuku berkaitan dengan kekurangan nutrisi. Dengan kata lain, risiko lebih besar ketimbang manfaatnya. (Ella-Mahasiswa UINSA, berkontribusi dalam tulisan ini)

Risiko Kandungan Suplemen Kecantikan yang Tidak DiatuDoDosisnya

Biotin (Vitamin B7)
Dosis berlebihan dapat mengganggu hasil tes laboratorium, terutama tes hormon tiroid dan jantung.
Bisa menyebabkan jerawat atau gangguan kulit pada sebagian orang.

Vitamin A
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan keracunan vitamin A (hipervitaminosis A).
Gejalanya meliputi pusing, mual, kerusakan hati, gangguan tulang, hingga berbahaya bagi ibu hamil karena dapat memicu cacat janin.

Vitamin B Kompleks
Umumnya larut air, tetapi dosis sangat tinggi bisa menimbulkan gangguan saraf (terutama vitamin B6).
Bisa menyebabkan mual, gangguan pencernaan, dan kerusakan saraf jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang.

Vitamin C
Dosis terlalu tinggi dapat memicu diare, sakit perut, dan mual.
Pada sebagian orang dapat meningkatkan risiko batu ginjal.

Vitamin D
Kelebihan vitamin D bisa menyebabkan penumpukan kalsium dalam darah (hiperkalsemia).
Dampaknya termasuk kerusakan ginjal, mual, muntah, hingga gangguan jantung.

Vitamin E
Konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko perdarahan, terutama jika dikombinasikan dengan obat pengencer darah.
Dalam beberapa penelitian, dosis tinggi juga dikaitkan dengan risiko stroke hemoragik.

Seng (Zinc)
Kelebihan seng dapat menyebabkan mual, muntah, diare, dan sakit kepala.
Konsumsi jangka panjang bisa mengganggu penyerapan tembaga dan melemahkan sistem imun.

Kalsium
Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan batu ginjal.
Bisa memicu hiperkalsemia, yang berdampak pada gangguan jantung dan ginjal.

Besi (Iron)
Kelebihan zat besi dapat menimbulkan keracunan zat besi, terutama pada anak-anak.
Dapat menyebabkan kerusakan hati, gangguan pencernaan, hingga kerusakan organ jika menumpuk dalam tubuh.

Keratin
Keratin dalam suplemen rambut jika berlebihan bisa memicu gangguan pencernaan dan alergi pada beberapa orang.
Efektivitasnya juga masih diperdebatkan karena tubuh sebenarnya memproduksi keratin sendiri.

Kolagen
Konsumsi kolagen berlebihan bisa menimbulkan gangguan pencernaan seperti kembung atau mual.
Pada sebagian orang dapat menyebabkan reaksi alergi, terutama jika berasal dari ikan atau kerang.

Minyak Ikan (Fish Oil / Omega-3)
Dosis tinggi dapat menyebabkan perdarahan lebih mudah, terutama jika dikonsumsi bersama obat pengencer darah.
Bisa menimbulkan bau amis pada napas, gangguan pencernaan, dan tekanan darah terlalu rendah.(*)


 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.