16 March 2026

Get In Touch

Alarm Lonjakan Penyakit akibat Kelembapan Tinggi Hujan

Alarm Lonjakan Penyakit akibat Kelembapan Tinggi Hujan

SURABAYA ( LENTERA ) - Lonjakan curah hujan pada awal Maret 2026 membawa tantangan kesehatan serius akibat tingkat kelembapan udara yang konsisten berada di atas 80 persen. Kondisi ini diperingatkan oleh para ahli kesehatan sebagai pemicu utama berkembangnya patogen berbahaya, spora jamur (mold), hingga gangguan pernapasan kronis, terutama pada hunian dengan ventilasi buruk. Secara klinis, udara jenuh di dalam ruangan mempercepat pertumbuhan alergen yang meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga eksaserbasi asma.

Spesialis Pulmonologi, dr. Pratama, menegaskan bahwa masalah utama terletak pada udara jenuh yang dihirup di dalam rumah yang memaksa paru-paru bekerja lebih keras melawan polutan biologis. Menghadapi ancaman ini, tren mitigasi tahun 2026 mulai bergeser pada penggunaan teknologi sensor pintar dan dehumidifier berbasis AI yang terintegrasi ponsel pintar. Masyarakat kini disarankan menerapkan konsep "Mikro-Ventilasi" melalui perangkat pemurni udara berteknologi HEPA-Dry yang mampu menyaring spora sekaligus mengikat molekul air berlebih tanpa mendinginkan ruangan secara drastis.

Strategi menjaga "Rumah Kering" menjadi kunci utama dengan target kelembapan relatif ideal di angka 40-60 persen. Selain penggunaan alat kontrol kelembapan, intervensi seperti pencahayaan UV-C portabel menjadi solusi efektif untuk mematikan koloni jamur di tengah minimnya sinar matahari. Masyarakat juga diimbau untuk lebih disiplin dalam manajemen kebersihan tekstil, mengingat pakaian setengah kering merupakan media pertumbuhan bakteri Moraxella osloensis pemicu bau apek dan alergi.

Kesadaran untuk mengelola kualitas udara dalam ruangan di era perubahan iklim ini kini menjadi sama pentingnya dengan menjaga asupan nutrisi. Adaptasi terhadap iklim melalui penguasaan teknologi kesehatan dan pengelolaan interior hunian yang sistematis diharapkan mampu memutus siklus pertumbuhan mikroorganisme berbahaya selama musim hujan berlangsung. 

Menurut situs Kementerian Kesehatan ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai.

•⁠  ⁠Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA):
Perubahan suhu dan kelembaban memicu iritasi pada saluran pernapasan dan memudahkan berkembang biaknya virus serta bakteri, menyebabkan batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam. 
•⁠  ⁠Demam Berdarah (DBD):
Nyamuk Aedes aegypti berkembang biak dengan pesat di musim pancaroba, terutama saat awal musim hujan, dan menularkan virus demam berdarah melalui gigitan. 
•⁠  ⁠Diare:
Perubahan suhu dan kelembaban, serta kebersihan makanan yang tidak terjaga, dapat memicu infeksi saluran pencernaan dan menyebabkan diare. 
•⁠  ⁠Penyakit Kulit:
Kelembapan tinggi dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri, menyebabkan masalah kulit seperti ruam, eksim, atau infeksi jamur. 
•⁠  ⁠Flu dan Batuk:
Perubahan cuaca dapat mencakup sistem kekebalan tubuh, membuat seseorang lebih rentan terhadap virus penyebab flu dan batuk.
•⁠  ⁠Chikungunya dan Zika:
Beberapa jenis virus juga dapat ditularkan melalui nyamuk pada musim pancaroba, seperti virus Chikungunya dan Zika. (Nathasya_Mahasiswa Uinsa berkontribusi dalam tulisan ini).

Cara Menjaga Kenyamanan Rumah saat Musim Hujan
Musim hujan berpotensi menimbulkan masalah di rumah.bTanpa persiapan yang baik, hujan dapat menyebabkan kelembapan, bau apek, kerusakan struktur bangunan, hingga risiko korsleting listrik.

Memeriksa atap dan dinding rumah
Penghuni disarankan mengecek retakan dinding atau genteng yang bergeser agar air tidak merembes masuk. Pelapisan kedap air dapat mencegah kerusakan lebih besar di kemudian hari.

Menjaga ventilasi agar rumah “bernapas”
Rumah tidak boleh ditutup rapat saat musim hujan. Ventilasi atau jendela perlu dibuka saat hujan reda agar udara segar masuk dan mengurangi kelembapan penyebab bau apek.

Melindungi perabotan kayu dari kelembapan
Furnitur kayu mudah menyerap air sehingga berisiko memuai atau berjamur. Solusinya dengan memberi jarak dari dinding dan menambahkan lapisan pelindung seperti lacquer.

Membersihkan saluran drainase secara rutin
Saluran air yang tersumbat daun atau kotoran dapat menimbulkan genangan, meningkatkan risiko banjir kecil di rumah, serta menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Memastikan instalasi listrik aman
Kelembapan dapat memicu hubungan arus pendek jika kabel rusak atau terkelupas. Pemeriksaan instalasi listrik oleh teknisi dianjurkan sebelum musim hujan berlangsung lama.

Menggunakan bahan alami untuk mencegah serangga dan bakteri
Bahan seperti kamper, daun mimba, atau cengkeh dapat diletakkan di lemari dan sudut ruangan untuk mengusir serangga sekaligus memberikan aroma segar.

Langkah preventif menjaga kenyamanan rumah
Upaya menjaga kebersihan, ventilasi, dan drainase tidak hanya melindungi bangunan, tetapi juga menjaga kesehatan serta kenyamanan penghuni rumah selama musim hujan.(*)


 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.