LONJAKAN harga minyak dunia dipicu memanasnya konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel makin terasa. Negara-negara di dunia termasuk tetangga Indonesia bergegas melakukan penghematan energi. China dan Thailand menahan ekspor Bahan Bakar Minyak (BBM), Jepang membatalkan pengiriman bahan bakar, sementara Taiwan dan Korea Selatan membatasi kenaikan harga BBM. Bahkan langkah irit energi dilakukan Myanmar dengan menerapkan kebijakan ganjil-genap kendaraan. Pemerintah Filipina pun resmi menerapkan sistem kerja 4 hari dalamseminggu bagi instansi pemerintah mulai Senin (9/3/2026). Di tengah langkah cepat negara-negara tersebut, Indonesia cenderung bersikap santai. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pasokan aman, meski sebelumnya mengakui stok nasional hanya sekitar 21 hari. Di sisi lain, Kementerian Keuangan juga bersikukuh, harga minyak mentah dunia yang kini berada di kisaran US$113 per barel tak otomatis mengguncang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Diketahui, terjadi panic buying bensin di beberapa wilayah di Indonesia, terutama di Aceh, Medan dan Jember. BACA BERITA LENGKAP, KLIK DISINI https://lentera.co/upload/Epaper/10032026.pdf



.jpg)

.jpg)
