06 March 2026

Get In Touch

Ngaku Orang Dekat Maidi, Oknum Satpol PP Diduga Tipu Rp150 Juta Modus Masuk PPI Madiun

Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agus Sandi Anto Prabowo (tengah) memastikan laporan dugaan penipuan bermodus masuk PPI Madiun kini dalam tahap penyidikan.
Kasat Reskrim Polres Madiun AKP Agus Sandi Anto Prabowo (tengah) memastikan laporan dugaan penipuan bermodus masuk PPI Madiun kini dalam tahap penyidikan.

MADIUN (Lentera) – Dugaan penipuan dengan modus menjanjikan kelulusan masuk Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun menyeret nama seorang oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Madiun. Seorang warga Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, mengaku merugi hingga Rp150 juta setelah anaknya gagal masuk kampus tersebut.

Terduga pelaku berinisial HA, warga Kota Madiun. Kepada korban, HA mengaku sebagai orang dekat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi.

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Agus Sandi Anto Prabowo, mengatakan laporan dugaan penipuan tersebut kini telah naik ke tahap penyidikan. Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban.

“Saat ini kasus tersebut sudah naik tahap sidik,” ujar Agus, Kamis (5/3/2026).

Kasus ini bermula pada Juni 2025. Saat itu pelaku menawarkan tiga kuota khusus masuk PPI Madiun kepada korban dengan biaya Rp300 juta.

Korban yang percaya dengan klaim pelaku sebagai orang dekat Maidi akhirnya menyanggupi permintaan tersebut dengan harapan anaknya bisa diterima di PPI.

Sebagai tanda kesepakatan, korban menyerahkan uang muka sebesar Rp150 juta kepada pelaku. Uang itu diberikan dalam tiga kali penyerahan, yakni Rp50 juta melalui transfer dan Rp100 juta secara tunai.

Penyerahan uang tersebut juga disertai kwitansi. Pada bagian belakang kwitansi tercantum nama serta tanda tangan Maidi.

Namun setelah proses penerimaan berlangsung, anak korban ternyata tidak diterima di PPI Madiun. Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polres Madiun.

Reporter: Wiwiet Eko Prasetyo|Editor: Arifin BH

 

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.