SURABAYA ( LENTERA ) - Pernahkah Anda mengamati kondisi kuku secara saksama? Meski kerap dianggap sepele, kuku sebenarnya bisa menjadi indikator awal berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit ginjal. Tanpa disadari, masalah pada ginjal dapat memicu perubahan tertentu pada kuku yang patut diwaspadai. Oleh karena itu, penting untuk mengenali berbagai perubahan kuku yang dapat menjadi sinyal adanya gangguan fungsi ginjal.
Perubahan warna, bentuk, hingga tekstur kuku dapat mencerminkan kondisi kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Kuku Lindsay
Kuku Lindsay ditemukan pada sekitar 20–50 persen penderita penyakit ginjal kronis. Kondisi ini ditandai dengan bagian bawah kuku berwarna putih, sementara bagian ujungnya tampak merah, merah muda, atau kecokelatan, dengan batas warna yang terlihat jelas.
Kuku Terry
Pada kuku Terry, hampir seluruh permukaan kuku terlihat putih buram seperti kaca, kecuali garis tipis berwarna cokelat atau merah muda di bagian ujungnya. Ciri lain yang sering muncul adalah hilangnya lunula atau bentuk setengah bulan di dekat kutikula. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan serius, termasuk gagal ginjal.
Kuku Muehrcke
Kuku Muehrcke ditandai dengan munculnya garis putih horizontal yang sejajar dengan pangkal kuku. Garis ini tidak bergerak seiring pertumbuhan kuku karena memengaruhi dasar kuku. Kondisi ini sering dikaitkan dengan rendahnya kadar albumin dalam darah, yang umum terjadi pada penderita gangguan ginjal.
Koilonychia (Kuku Sendok)
Koilonychia membuat kuku melengkung ke dalam seperti sendok. Kelainan ini sering dikaitkan dengan anemia defisiensi zat besi, yang merupakan komplikasi umum pada penyakit ginjal stadium lanjut akibat berkurangnya sel darah merah sehat.
Kuku Rapuh atau Terlalu Lunak
Gangguan ginjal dapat menyebabkan ketidakseimbangan mineral seperti kalsium dan fosfor atau malnutrisi, sehingga kuku menjadi rapuh, mudah patah, menipis, atau mengelupas.
Garis Beau
Garis Beau berupa alur horizontal di permukaan kuku yang muncul akibat terhambatnya pertumbuhan kuku. Kondisi ini bisa menandakan adanya penyakit serius, termasuk gagal ginjal atau cedera ginjal akut.
Perubahan pada kuku terjadi karena penyakit ginjal berdampak luas pada sistem tubuh. Beberapa faktor utama penyebabnya diantaranya kekurangan nutrisi akibat gangguan pengaturan elektrolit seperti kalsium dan fosfor.
Selanjutnya, anemia yang disebabkan karena kurangnya pasokan oksigen ke jaringan tubuh termasuk kuku. Bisa juga karena lenumpukan racun pada ginjal karena ginjal tidak mampu menyaring limbah secara optimal.
Dan terakhut karena kehilangan protein terutama albumin, yang memengaruhi struktur dan pertumbuhan kuku (Inna Muhimmatul Adzmiyah – UINSA berkontribusi dalam tulisan ini)





.jpg)
