Dugaan Investasi Bodong Rp 23 Miliar di Sampang, Terduga Pelaku Akui Tak Libatkan Keluarga
SURABAYA (Lentera) – Dugaan penipuan investasi bodong hingga menimbulkan kerugian Rp 23 miliar terjadi di Sampang. Dalam video yang diunggah di media sosial (Medsos), pengacara Muhammad Sholeh mengatakan terduga pelaku Rohmah warga Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang ke Polres Sampang mencatut adiknya Komariah yang memiliki usaha skin care . Di satu sisi, Rohmah mengaku bukan untuk usaha skin care dan tidak melibatkan keluarga.
Rohmah membantah adanya keterlibatan Komariah seperti yang disebut Soleh. "Yang pinjam uang itu murni saya, saya hanya pakai nama adik saya sebagai alasan untuk mendapatkan pinjaman, agar orang lain percaya dan mau meminjamkan uang," akunya dalam keterangan yang diterima Sabtu (21/2/2026).
Perempuan 40 tahun itu mengakui seluruh pinjaman uang tersebut adalah tanggung jawab pribadinya. Ia menegaskan, sang adik tidak mengetahui apapun soal utang-piutang yang kini menyeret namanya.
Rohmah juga mengatakan tudingan Soleh tentang investasi bodong itu tidak benar. Rohmah yang memiliki usaha toko sembako dan material bangunan ingin mengembangkan usahanya agar lebih besar. Atas inisiatif inilah Rohmah meminjam uang ke orang yang dia kenal.
"Karena butuh modal, akhirnya saya pinjam ke beberapa orang, ada juga orang yang dengan kesadarannya sendiri memberikan modal kepada saya tanpa diminta, karena mereka percaya dengan usaha saya," ujarnya.
Rohmah mengungkapkan tidak sepeserpun uang mengalir di bisnis adiknya. Ia mengaku hanya ingin mengembangkan usaha toko sembako dan material bangunan yang selama ini menjadi sumber penghidupannya.
Karena keterbatasan modal, ia meminjam uang kepada sejumlah orang yang dikenalnya. Sebagian bahkan, menurutnya, memberikan modal secara sukarela karena percaya pada usahanya.
“Semua atas dasar kepercayaan. Tidak ada kontrak hitam di atas putih. Saya berani kasih keuntungan sesuai kesepakatan lisan,” katanya.
Rohmah mengaku sebagian pinjaman berhasil dikembalikan beserta keuntungan yang dijanjikan. Tetapi sebagian lainnya belum mampu ia lunasi saat jatuh tempo.
Di satu sisi dia mengaku terjebak dalam pola gali lubang tutup lubang. Ia kembali meminjam untuk menutup utang sebelumnya.
Kemudian, Rohmah menggunakan nama Komariah meyakinkan pemberi pinjaman. “Adik saya tidak tahu sama sekali. Bahkan saya juga berutang kepada adik saya Rp2 miliar 114 juta dan sebuah mobil Avanza baru untuk saya jual,” jelasnya.
Rohmah juga menyampaikan bahwa dirinya telah berupaya menjual aset demi melunasi kewajiban. Tiga mobil, tiga motor, dan sebidang tanah disebut telah dilepas untuk membayar utang.
“Saya akan lunasi. Tolong beri saya waktu. Dari 123 orang yang disebutkan, sebagian sudah saya bayar,” ujarnya.
Rohmah memohon agar keluarganya tidak ikut diseret dalam persoalan tersebut. “Jangan ganggu adik saya, dan keluarga saya. Ini murni tanggung jawab saya. Saya akan selesaikan,” tandasnya.
Sebelunya video bedurasi sekiitar 3 menit itu, Soleh menyebut pada Rabu (18/2/2026) mendampingi puluhan korban dugaan investasi bondong di mana ini diduga dilakukan oleh Rohmah dan adiknya Komariah. "Rohmah ini selalu mengatasnamakan untuk kepentingan adiknya, di mana para korban diajak untuk investasi dengan nilai-nilai sekian-sekian untuk kepentingan adiknya Komariah bisnis skin care," katanya Soleh dalam video yang dikutip Sabtu (21/2/2026).
Soleh menyebut para korban dalam kasus ini rata-rata tetangga terduga. Ada sekitar sekitar 123 korban dengan nilai investasi yang disetor sekitar Rp 23 miliar. Soleh menyebut bentuk investasi tidak hanya uang tapi juga ada yang dalam bentuk emas.
"Emas oleh Rohmah digadaikan lagi ke pegadaian yang mana nilainya dimackup menjadi tinggi. Sehingga keuntungan Rohmah ini menjadi nggak karuan, untung dari para korban juga untung duit dari Pegadaian," katanya.
Soleh mengatakan melaporkan kasus tersebut ke Polres Sampang karena mediasi yang dilakukan selalu gagal akibat terduga tidak bisa mengembalikan uang para korban. "Dari investasi dugaan podong ini makanya kita laporkan kepada pihak kepolisian Polres Sampang. Harapannya polisi bergerak cepat supaya korban duitnya bisa balik. Sebentar lagi sudah lebaran," sambungnya.
Dia juga meminta Polres Sampang bergerak cepat dengan memanggil puluhan korban guna pemeriksaan. Dia juga menandaskan terduga pelaku Rohmah dam Komariah juga harus diperiksa untuk mempertanggungjawabkan benar tidak ada investasi bodong. (*)
Reporter : Lutfi
Editor : Lutfiyu Handi





.jpg)
