15 February 2026

Get In Touch

Obituari: Awi Menangis

Berada di Kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kutisari Surabaya, Kamis (29/8/2024)
Berada di Kantor DPD Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kutisari Surabaya, Kamis (29/8/2024)

SURABAYA (Lentera) -Adi Sutarwijono, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya telah berpulang, pada hari Selasa (10/2/2026) pukul 20.36, di RS MRCCC Jakarta.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut meninggal karena sakit dan sempat menjalani perawatan intensif.

Pada hari Sabtu lalu (7/2/2026) beredar pesan melalui WhatsApp:

"Mohon dukungan doa bagi Mas Adi Sutarwijono yang saat ini sedang dirawat di ICU Siloam MRCCC.

 Mas Awi, menderita kanker hati stadium akhir.

Mari kita sama-sama berdoa bagi Mas Adi agar Tuhan memberi yang terbaik baginya"

Awi -sapaan akrabnya, sekitar tahun 1990- an pernah berkarir sebagai wartawan Harian Surya. Pada saat bersamaan suhu politik Nasional memanas. Awi wartawan lapangan ditugaskan redaktur Polkam memantau situasi.

Bulan Juli 1996 ada demo Pro Megawati atau “ProMeg” di Jalan Diponegoro, Surabaya. Entah bagaimana ceritanya, Awi berada di dalam barisan pendemo.

Aparat kemanan menangkapnya. Saat ditangkap dia sudah menunjukkan ID reporter Harian Surya. Tapi aparat mengira dia bagian dari pendemo promeg.

Dibawa ke markas. KTP-nya dilihat petugas: Awi kelahiran BLITAR!

Diketahui, Blitar saat itu dikenalsebagai basis Partai Demokrasi Indonesia. Saya tak tega menulis, kecuali satu: rambutnya dihabisi

Setelah peristiwa itu Awi selama tiga hari tidak ke kantor.

Begitu muncul di kantor, Awi menangis. Ia melapor kepada Pimpinan Redaksi telah ditangkap: diinterogasi dan seterusnya….

Pimpinan Harian Surya kemudian melakukan protes ke Komando Daerah Militer V Brawijaya. Panglima Kodam pun memerintahkan Asisten Intel Kodam datang ke kantor Harian Surya untuk minta maaf.

Ada cerita lain. Menurut Redaktur Senior Hadiaman Santoso, Awi sempat diminta membalas ke petugas yang tadi melakukan kekerasan padanya

Awi orang baik. Dia cuma mengusap pelan bagian muka petugas. Mas Hadiaman berseloroh, “Harusnya kamu pukul seperti dia memukulmu”

Berada di Kantor Lentera Rungkut Asri Surabaya, Rabu (28/9/2022)
Berada di Kantor Lentera Rungkut Asri Surabaya, Rabu (28/9/2022)

Karir

Lahir di Blitar pada 4 Agustus 1968, Adi Sutarwijono adalah putra dari seorang guru SD bernama JA Mochtar.

Darah pejuang dan kegigihannya sudah terlihat sejak masa muda saat menempuh pendidikan di SMAN 1 Blitar hingga akhirnya merantau ke Surabaya.

Di Surabaya, ia menempuh studi di Jurusan Ilmu Politik FISIP Universitas Airlangga (Unair) dan lulus pada tahun 1993.

Dunia jurnalistik membawanya mendalami isu-isu kerakyatan yang kemudian memicu niatnya masuk ke politik praktis.

Bergabung dengan PDI Perjuangan pada 2003, jalan Mas Awi menuju kursi legislatif tidaklah instan.

Menurut catatan ia sempat mengalami kegagalan pada Pemilu 2004 dan Pemilu 2009.

Namun, kesabarannya membuahkan hasil saat ia dilantik menjadi anggota DPRD Surabaya melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) pada tahun 2012.

- Harian Surya (Redaktur 1996-1999)

- Redaktur Majalah Tempo (1999-2003)

- Anggota DPRD Kota Surabaya (2012–2014, 2014–2019, 2019–2024)

- Ketua DPC PDIP Surabaya: Menjabat pada periode 2019-2025 sebelum akhirnya dibebastugaskan pada Mei 2025 dalam rangka evaluasi organisasi

- Ketua DPRD Kota Surabaya (2019–2024) Ketua DPRD Kota Surabaya (2024-sekarang)

Arifin BH, Pemimpin Redaksi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.