SURABAYA (Lentera) -Duka atas wafatnya Dominikus Adi Sutarwijono disampaikan Diana A.V. Sasa, rekan sesama insan pers yang pernah berproses bersama almarhum. Diana mengenang Adi, yang akrab disapa Mas Awi, sebagai sosok guru yang membentuk cara berpikir kritis dan keberanian bersikap dalam perjalanan jurnalistiknya.
“Dari beliau saya belajar keteguhan, tanggung jawab, serta keberanian bersikap. Mas Awi adalah pribadi yang ditempa banyak cobaan, tetapi tetap teguh memikul amanah,” ungkap Diana, Selasa (10/02/2026).
Menurut Diana yang juga Anggota DPRD Jatim dari Fraksi PDI Perjuangan, Adi kerap menekankan pentingnya ketajaman berpikir, kepekaan membaca momentum, serta keberanian menyebut yang benar sebagai benar. Nilai-nilai tersebut, kata dia, ditanamkan Mas Awi baik dalam kerja jurnalistik maupun dalam aktivitas berorganisasi dan berpartai.
Adi Sutarwijono wafat pada Selasa (10/2/2026) pukul 20.36 WIB di RS MRCCC, Jakarta. Semasa hidupnya, almarhum dikenal dekat dengan kalangan pers dan memiliki latar belakang jurnalistik.
Selain itu, Adi juga dikenal sebagai Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2019–2024 serta Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya pada periode yang sama.
Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di Grand Heaven Surabaya. Pemakaman dijadwalkan pada Kamis (12 Februari) di Taman Makam Keputih, Surabaya.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH




.jpg)
