PALANGKA RAYA (Lentera) – Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan, telah merespons dugaan keracunan makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami 16 warga di Posyandu Harum Manis, Kelurahan Panarung, Kecamatan Jekan Raya Kota Palangka Raya, beberapa waktu lalu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang terdampak sekaligus memperoleh gambaran mengenai penyebab kejadian.
“Kepala Dinas Kesehatan bersama jajarannya telah mendatangi langsung rumah sakit guna memantau kondisi warga yang tengah dirawat akibat keracunan MBG,” papar Arbert, Selasa (10/2/2026).
Ia menerangkan jika Pemkot Palangka Raya tidak berada pada posisi sebagai pengawas teknis, melainkan berperan untuk memfasilitasi agar program MBG bisa berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Sementara itu terkait dugaan keracunan makanan dari program MBG, Arbert mengatakan, Pemkot Palangka Raya telah meminta Dinkes setempat agar berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak dapur penyedia makanan, guna mengkonfirmasi proses penyediaan dan distribusi makanan.
“Konfirmasi ke SPPG dilakukan bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan kondisi dapur dan proses penyediaan MBG,” jelasnya.
Menurut Arbert, langkah tersebut bertujuan untuk mencegah hal serupa terulang kembali di kemudian hari, tanpa mengganggu pelaksanaan program yang menyasar pelajar dan masyarakat rentan.
Berdasarkan data dari Dinkes, sebanyak 16 warga mengalami gejala mual dan muntah usai mengonsumsi makanan MBG di Posyandu Harum Manis, dimana empat orang harus menjalani perawatan medis.
Adapun menu MBG yang dikonsumsi oleh penerima manfaat saat itu adalah telur mata sapi asam manis, tumis sayur, tempe, dan buah melon.
Yang mendapat perawatan adalah satu balita, satu anak usia tujuh tahun, satu ibu menyusui, dan satu ibu hamil.
"Saat ini Pemkot Palangka Raya masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari instansi berwenang terkait penyebab pasti terjadinya peristiwa tersebut," pungkasnya.
Reporter: Novita|Editor: Arifin BH



.jpg)
