04 February 2026

Get In Touch

Polda Jatim Periksa Tiga Saksi, Selidiki Insiden Miringnya Kapal Kontainer di Tanjung Perak Surabaya

Kapal kargo Pacific 88 mengalami insiden miring hingga kontainer berjatuhan di laut dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (2/2/2026). (foto:ist/Kompas.com)
Kapal kargo Pacific 88 mengalami insiden miring hingga kontainer berjatuhan di laut dermaga Jamrud Selatan, Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Senin (2/2/2026). (foto:ist/Kompas.com)

SURABAYA (Lentera) - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Timur (Jatim) memeriksa 3 saksi, untuk mengungkap insiden miringnya kapal kontainer Pacific 88 di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya yang menyebabkan puluhan kontainer terjatuh dan memakan korban jiwa satu orang. 

Kapal kontainer Pacific 88 yang memuat ratusan kontainer mengalami miring, saat bongkar muat di Dermaga Jamrud Selatan, Surabaya pada Senin (2/2/2026) sekitar pukul 04.00 WIB. 

Kapal tersebut mulanya diisi 6 orang; 4 dari TKMB (tenaga kerja bongkar muat), 1 ABK (anak buah kapal), dan 1 foreman PMT. Tetapi, 1 orang TKMB bernama Kasbi (68) terjatuh ke perairan dan ditemukan meninggal dunia. 

Kasbi ditemukan di hari yang sama, sekitar pukul 15.00 WIB usai dilakukan pencarian korban tenggelam. 

Sementara kru kapal lainnya, berhasil menyelamatkan diri. Insiden ini, tengah ditangani oleh Ditpolairud Polda Jatim. Polisi melakukan penyelidikan, mengungkap penyebab dan memeriksa tiga orang saksi. 

“Sudah 3 orang (diperiksa),” kata Direktur Ditpolairud Polda Jatim, Kombes Arman Asmara saat dikonfirmasi Kompas.com dilansir, Selasa (3/2/2026). 

Arman menyatakan, kepolisian telah memeriksa saksi dari kru kapal, tidak menutup kemungkinan perusahaan juga ikut dipanggil untuk memberikan keterangan. 

“Sementara dari pihak kapal. Karena kan kejadiannya yang dilihat dulu terus baru nanti ada pemeriksaan kepada perusahaan,” bebernya. 

Selain itu, polisi juga memanggil saksi ahli dan melibatkan Laboratorium Forensik untuk melihat penyebab jatuhnya kapal kontainer yang menyebabkan korban meninggal dunia. 

“Dengan pemeriksaan saksi ahli, kemudian juga melibatkan Labfor ya ke depannya sehingga melihat apa penyebab jatuhnya kontainer yang menyebabkan orang meninggal,” ujarnya. 

Ditpolairud Polda Jatim juga akan berkoordinasi dengan instansi-instansi terkait, untuk menguji kelaikan kapal Pacific 88. 

“Kita belum bisa menyampaikan tindak pidana tapi sementara pemeriksaannya masih penyelidikan awal,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Arman mengatakan sebelum terjadi kemiringan, kapal lebih dulu disandarkan dengan posisi di 03 bay, 16 row, teus 05, ke 206 kontainer ke 201 box. Rencananya, kapal akan memuat 235 box. 

Tetapi, saat kontainer ke-216 dimasukkan, kapal mulai menunjukkan gejala miring. Hingga kini polisi masih belum dapat memastikan adanya dugaan kelalaian, yang menjadi penyebab kemiringan kapal karena proses penyelidikan tengah dilakukan.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.