04 February 2026

Get In Touch

Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Ambruk, Menimpa Tiga Siswa Saat Belajar

Petugas BPBD Surabaya memasang garis pembatas di sekitar lokasi kejadian.
Petugas BPBD Surabaya memasang garis pembatas di sekitar lokasi kejadian.

SURABAYA (Lentera) – Aktivitas belajar mengajar di SMP Negeri 60 di Jalan Kalilom Lor Indah No. 248, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Surabaya terganggu setelah plafon ruang kelas di lantai tiga sekolah tersebut ambruk, pada Rabu (28/1/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Tiga siswa sempat tertimpa reruntuhan dan mengalami syok, namun dipastikan dalam kondisi aman.

Peristiwa itu terjadi saat kegiatan belajar mengajar baru dimulai. Para siswa sedang berada di dalam kelas dan mengerjakan tugas, ketika plafon tiba-tiba runtuh dan menimpa sebagian area tempat duduk.

Insiden tersebut diduga kuat dipicu oleh cuaca ekstrem, disertai angin kencang yang melanda Kota Surabaya sejak pagi hari.

Ketua Tim Operasional Kedaruratan BPBD Kota Surabaya, Arief Sunandar membenarkan kejadian tersebut, pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Diduga karena cuaca ekstrem dan angin cukup kencang. Setelah mendapat laporan melalui Call Center 112, tim kami segera menuju lokasi untuk melakukan evakuasi dan pembersihan,” kata Arief, Rabu (28/1/2026).

Petugas gabungan dari BPBD dan pihak sekolah langsung membersihkan material plafon yang ambruk, mengevakuasi para siswa, serta memasang garis pembatas di area kejadian karena masih berpotensi membahayakan. 

Sejumlah ruang kelas di sekitar lokasi juga dikosongkan untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut.

Ia menjelaskan, pihak sekolah memindahkan siswa ke sejumlah lokasi alternatif, seperti ruang Bimbingan dan Konseling (BK), musala, serta halaman sekolah agar proses belajar mengajar tetap berjalan.

"Untuk antisipasi, kami mendirikan tenda darurat di lapangan olahraga sekolah sebagai ruang belajar sementara. Selain itu, kami juga akan melakukan pengecekan menyeluruh terhadap seluruh plafon ruang kelas di lantai tiga guna mencegah kejadian serupa terulang," jelasnya.

Sementara itu, salah satu siswi kelas VII, Aulia mengaku suasana kelas sempat panik saat kejadian berlangsung.

“Ada tiga teman yang tertimpa, mereka sempat sesak napas dan trauma. Sekarang belajarnya dipindahkan ke tempat lain,” ujarnya.

 

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.