27 January 2026

Get In Touch

Sebanyak 23 Anggota TNI AL Korban Longsor Cisarua Sedang Latihan Pratugas

Proses evakuasi korban longsor di esa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Dok BNPB)
Proses evakuasi korban longsor di esa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB). (Dok BNPB)

JAKARTA (Lentera) - Sebanyak 23 anggota Marinir TNI AL yang menjadi korban bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat, Jawa Barat ternyata tengah melaksanakan latihan pratugas ke Papua. Empat orang di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Berdasarkan data keseluruhan, peristiwa longsor yang terjadi pada Jumat (23/1/2026) tersebut berdampak pada 113 jiwa. Dari jumlah tersebut, 23 orang dinyatakan selamat, 34 orang meninggal dunia, sementara sekitar 56 orang lainnya masih dalam pencarian.

"Mereka (anggota Marinir TNI AL) sedang melaksanakan latihan pra-tugas untuk dikirim ke melaksanakan PAM Perbatasan RI-PNG, memang dilaksanakan latihan di sana," kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali usai menghadiri rapat di Komisi I DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/1/2026) melansir sindonews. 

KSAL mengatakan saat itu hujan lebat mengguyur selama hampir 2 malam di kawasan lokasi kejadian. Hal tersebut mengakibatkan longsor dan menimpa satu desa yang kebetulan ada prajurit Marinir yang sedang berlatih di sana.

Ia menjelaskan dari 23 anggota Marinir, empat orang di antaranya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. "Memang terdapat 23 anggota marinir yang tertimbun longsor. Saat ini sudah diketemukan baru 4 personel dalam kondisi meninggal dunia dan lainnya belum ditemukan," ujarnya. 

Ia mengatakan upaya pencarian terus dilakukan. Menurutnya, alat berat belum bisa masuk ke lokasi karena kondisi cuaca dan akses jalan. "Alat berat memang belum bisa masuk, karena kondisi cuaca dan jalan yang kecil. Tapi ini akan kita laksanakan pencarian dengan teknologi dengan drone dan thermal dan anjing pelacak," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan berdasarkan laporan Posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jabar, pada hari ketiga pencarian pihaknya menerima sembilan kantong jenazah dengan rincian delapan jenazah dan satu bagian tubuh. Dengan tambahan tersebut total kantong jenazah yang diterima hingga hari ketiga mencapai 34 kantong. Dari jumlah itu, sebanyak 20 kantong jenazah telah berhasil diidentifikasi.

"Sebanyak 20 kantong jenazah sudah teridentifikasi, sementara 14 lainnya masih dalam proses identifikasi," kata Hendra di Puskesmas Pasirlangu, Senin (26/1/2026).

Ia menegaskan, dari 14 kantong jenazah yang masih dalam proses identifikasi, masing-masing empat kantong dirujuk ke RSUD Cibabat dan RS Sartika Asih untuk penanganan lanjutan berbasis pemeriksaan DNA. Sementara sisanya masih berada di Pos DVI Polda Jabar untuk dilakukan identifikasi.

"Penanganan di RSUD Cibabat dan RS Sartika Asih dilakukan karena diperlukan pemeriksaan DNA yang memerlukan waktu. Jenazah disemayamkan terlebih dahulu di sana. Untuk jenazah lain, proses postmortem dan antemortem masih bisa dicocokkan di Pos DVI," beber Hendra melansir metrotvnews.

Hendra mengakui proses identifikasi mengalami kendala lantaran sebagian korban ditemukan dalam kondisi tidak utuh. Dalam kondisi tertentu, petugas harus mencocokkan DNA dengan keluarga korban untuk memastikan identitas.

“Beberapa jenazah ditemukan dalam bentuk potongan tubuh, sehingga membutuhkan penanganan khusus. Jika diperlukan, identifikasi dilakukan melalui pencocokan DNA dengan keluarga. Ada juga yang masih memungkinkan dikenali melalui sidik jari, namun untuk bagian tubuh tertentu memang cukup sulit,” ungkap Hendra. (*)


Editor : Lutfiyu Handi/berbagai sumber

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.