MALANG (Lentera) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang tengah mematangkan skema pengaturan parkir dan drop zone, guna mengantisipasi sekitar 1.000 bus jamaah Mujahadah Kubro yang dijadwalkan berlangsung pada 7–8 Februari mendatang di Stadion Gajayana Kota Malang.
Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi lintas instansi bersama Polresta Malang Kota dan Polda Jawa Timur terkait rencana penyiapan titik-titik drop zone serta kantong parkir kendaraan jamaah.
"Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Wali Kota, dimungkinkan hampir mendekati 100.000 jamaah, dengan sekitar 1.000 unit bus, belum lagi kendaraan-kendaraan pribadi yang datang langsung ke Kota Malang," ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, Senin (26/1/2026).
Selain koordinasi, Dishub juga telah melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi yang dinilai memungkinkan untuk dijadikan area parkir maupun titik drop zone. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari persiapan teknis agar pelaksanaan Mujahadah Kubro berjalan tertib dan lancar.
Widjaja mengungkapkan, sebelumnya Dishub Kota Malang bersama tim dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur telah menyusun rencana awal penempatan lokasi-lokasi pendukung kegiatan.
Namun, rencana tersebut masih bersifat sementara dan akan difinalisasi kembali setelah dilakukan kajian lapangan. "Namun ini masih bagian dari rencana dan akan kami fix kembali mana yang bisa dipastikan," jelasnya.
Besarnya skala kegiatan yang merupakan rangkaian Harlah 1 Abad NU, ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Dengan keterbatasan infrastruktur jalan di wilayah perkotaan, pria yang akrab dengan sapaan Jaya, ini berupaya mengoptimalkan berbagai lokasi yang memungkinkan untuk digunakan sebagai drop zone, area parkir, hingga maktab atau tempat transit dan istirahat jamaah.
"Nah, dengan adanya keterbatasan infrastruktur jalan, tetap kami mengoptimalkan lokasi-lokasi yang dimungkinkan bisa digunakan sebagai drop zone, tempat parkir, dan juga sebagai maktab atau tempat transit atau istirahat para tamu," katanya.
Adapun lokasi-lokasi yang berpotensi digunakan sebagai titik drop zone dan parkir berada di sekitar kawasan Stadion Gajayana. Beberapa ruas jalan utama di sekitar lokasi tersebut juga masuk dalam skema pengaturan Dishub.
"Yang memungkinkan ada di seputaran drop zone di sekitar Stadion Gajayana, terutama di Jalan Ijen dan Jalan Semeru," katanya.
Setelah menurunkan jamaah, kendaraan bus direncanakan akan diarahkan menuju lokasi-lokasi parkir yang lebih luas, seperti kawasan Rampal serta sejumlah aset milik pemerintah daerah.
Selain itu, beberapa ruas jalan lain seperti Jalan Retawu, Jalan Wilis, hingga Jalan Veteran juga dinilai sangat memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi parkir sementara selama kegiatan Mujahadah Kubro berlangsung.
Sementara itu, terkait kemungkinan penutupan jalan, Jaya menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan final. Seluruh kebijakan rekayasa lalu lintas masih bersifat situasional dan akan ditentukan berdasarkan kondisi di lapangan.
"Nanti sifatnya insidentil dan dilihat kondisi di lapangan. Apakah nanti dibutuhkan rekayasa pengalihan atau bahkan penutupan jalan," pungkasnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais




.jpg)
