27 January 2026

Get In Touch

PKS Jatim Akan Dampingi 1.600 UMKM Selama Setahun Supaya Naik Kelas

Suasana Kick Off Program Pendampingan 1.600 UMKM PKS Jawa Timur yang digelar di Ruang Aula DPW PKS Jatim, Sabtu (24/1/2026) .
Suasana Kick Off Program Pendampingan 1.600 UMKM PKS Jawa Timur yang digelar di Ruang Aula DPW PKS Jatim, Sabtu (24/1/2026) .

SURABAYA (Lentera) - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Timur akan memberikan pendampingan pada 1.600  pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) selama satu tahun penuh. program ini menjadi komitmen nyata PKS Jatim dalam mendorong UMKM naik kelas, lebih mandiri, dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi.

Program tersebut disampaikan oleh Ketua Bidang Pembinaan UMKM, Ekonomi Kreatif dan Koperasi (BOEMKraf) DPW PKS Jawa Timur, Wahyu Hermanto dalam kegiatan Kick Off  Program Pendampingan 1.600 UMKM PKS Jawa Timur yang digelar di Ruang Aula DPW PKS Jatim, Sabtu (24/1/2026) .

Setidaknya ada 1.600 UMKM yang menjadi peserta pada program ini. Mereka merupakan pelaku UMKM dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur. Dari 1.600 UMKM, 150 peserta mengikuti kick off secara luring (offline) di kantor PKS, sementara 1.450 peserta lainnya mengikuti secara daring (online).

Wahyu menegaskan bahwa pendampingan ini dirancang bukan sebagai kegiatan seremonial, melainkan proses berkelanjutan yang menyentuh kebutuhan riil pelaku usaha.

“Banyak UMKM itu sebenarnya punya produk bagus, tapi berhenti di tengah jalan karena tidak ada yang mendampingi. Program ini kami desain agar UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi tumbuh bersama, belajar bersama, dan naik kelas bersama,” ujar Wahyu.

Menurut Wahyu, selama setahun penuh para pelaku UMKM akan mendapatkan pendampingan intensif, mulai dari penguatan mindset wirausaha, manajemen usaha, pencatatan keuangan, pengemasan produk, hingga pemasaran digital.

“Kami ingin UMKM ini benar-benar naik level. Bukan hanya bertahan, tapi berkembang dan mandiri. Targetnya jelas, omzet meningkat, pasar meluas, dan usaha bisa berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat yang harus terus diperkuat melalui pendampingan yang konsisten dan terarah.

“UMKM tidak cukup hanya diberi pelatihan singkat. Mereka perlu didampingi secara berkelanjutan agar benar-benar mampu tumbuh dan berdaya saing,” katanya.

Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, dalam sambutannya mengapresiasi penuh program pendampingan 1.600 UMKM tersebut. Ia menilai program ini merupakan bentuk kehadiran PKS dalam menjawab persoalan ekonomi masyarakat secara konkret.

“Ini adalah solusi nyata bagi masyarakat. PKS ingin memastikan UMKM tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar didampingi hingga mandiri,” ujar Bagus.

Bagus juga menekankan bahwa program ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda dan Gen Z, yang kini semakin banyak terjun ke dunia usaha dan ekonomi kreatif.

“Banyak Gen Z memilih jalur wirausaha. Program ini menjadi solusi dari Gen Z dan untuk Gen Z, agar anak-anak muda punya ekosistem yang kuat, pendampingan yang jelas, dan masa depan usaha yang lebih pasti,” tambahnya.

Ia menilai penguatan UMKM akan berdampak langsung pada ketahanan ekonomi keluarga dan penciptaan lapangan kerja di daerah.

“Ketika UMKM naik kelas, ekonomi keluarga ikut kuat. Inilah pembangunan yang berangkat dari bawah dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” tegas Bagus.

PKS Jawa Timur menyatakan program pendampingan ini akan melibatkan mentor-mentor berpengalaman di bidang kewirausahaan. 

Dengan pendekatan terstruktur dan berkelanjutan, UMKM binaan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jejaring, serta menciptakan lapangan kerja baru.

Melalui semangat “Dari Mikro Menuju Mandiri”, PKS Jatim optimistis program pendampingan 1.600 UMKM ini dapat melahirkan pelaku usaha yang tangguh, adaptif, dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah di Jawa Timur. (*)

 

Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.