27 January 2026

Get In Touch

Banjir Kembali Rendam Tujuh Kecamatan di Tangerang, 14 Ribu KK Terdampak

Permukiman warga terendam banjir akibat luapan sungai dan cuaca ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten. (foto:ist/dok.Ant)
Permukiman warga terendam banjir akibat luapan sungai dan cuaca ekstrem di Kabupaten Tangerang, Banten. (foto:ist/dok.Ant)

TANGERANG (Lentera) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten menyebutkan banjir kembali merendam tujuh kecamatan, dengan jumlah korban terdampak mencapai14.000 kepala keluarga (KK).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik menyampaikan banjir terjadi sejak, Minggu (11/1/2026) lalu, dengan sebelumnya telah melanda 24 kecamatan di 119 desa/kelurahan dengan korban terdampak kurang lebih hingga 50 ribu jiwa.

Namun akibat terjadinya hujan deras dengan intensitas tinggi serta adanya beberapa aliran sungai dan danau yang meluap, lanjutnya, kini terdapat tujuh kecamatan terendam banjir dengan ketinggian debit air mencapai 60 centimeter sampai dua meter lebih.

"Sekarang kurang lebih ada enam kecamatan yang masih banjir, seperti di Kecamatan Gunung Kaler, kemudian Kresek, Pasar Pemis, Solear, Cisoka, Nayanti dan Balaraja," jelasnya.

Ia mengatakan, bencana banjir di Kabupaten Tangerang yang sudah terjadi sejak satu pekan lebih ini mulai berangsur surut. Namun, karena cuaca ekstrem terus berlangsung, sejak Senin (19/1) banjir kembali menerjang di beberapa titik.

"Yang paling parah genangan banjir itu berada di titik Kecamatan Gunung Kaler, Kresek, dan Jayanti, dengan ketinggian tertinggi dua meter," tuturnya.

Dia mengungkapkan, dari tujuh kecamatan dengan jumlah 14.000 KK yang terdampak saat ini sekitar dua persennya masih mengungsi di posko dan tempat lebih aman.

"Secara pasti memang belum kita hitung, karena memang perubahan cuaca ini, tapi kurang lebih sudah mencapai 14 ribu KK," tutur Ahmad Taufik.

Ia menambahkan, sebagai upaya penanganan jangka pendek pemerintah daerah telah mengerahkan sejumlah personel, sarana, dan prasarana. untuk membantu para korban bencana.

"Kemarin dari BPBD sudah menyalurkan mesin penyedot pompa dan lainnya. Dari Dinas Bina Marga sendiri juga mengirimkan mesin sedot air," imbuhnya.

 

 

Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.