27 January 2026

Get In Touch

Jawab Krisis Dokter Spesialis, FK Universitas Ciputra Resmi Buka PPDS Obgyn dan Bedah

Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya.
Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra Surabaya.

SURABAYA (Lentera) — Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra (FK UC) Surabaya resmi memperoleh izin penyelenggaraan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), untuk dua bidang strategis yakni Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Obgyn) dan Spesialis Bedah. 

Kehadiran program ini diharapkan menjadi solusi konkret, masih tingginya kekurangan dan ketimpangan distribusi dokter spesialis di Indonesia terutama di wilayah Indonesia Timur.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, Prof. Dr. dr. Hendy Hendarto, SpOG Subsp FER mengungkapkan berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI, Indonesia masih menghadapi kekurangan signifikan dokter spesialis, terutama di luar Pulau Jawa. 

"Rasio dokter spesialis nasional masih berada di bawah standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), khususnya untuk bidang obstetri dan bedah yang merupakan tulang punggung layanan kesehatan rujukan," ungkapnya, Sabtu (24/1/2026).

Ia menjelaskan, pembukaan PPDS Obgyn dan Bedah tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah dokter spesialis, tetapi juga pada pemerataan layanan kesehatan nasional yang berkeadilan.

“Untuk program Obgyn, kami membawa misi khusus memperkuat ketersediaan dokter spesialis di Indonesia Timur. Hingga saat ini, kebutuhan dokter Obgyn masih sangat tinggi, sementara distribusinya belum merata,” jelas Prof. Hendy.

Sebagai wujud komitmen tersebut, FK Universitas Ciputra menyiapkan program beasiswa khusus bagi calon peserta PPDS yang berasal dari wilayah Indonesia Timur. Beasiswa ini disertai persyaratan dan komitmen pengabdian, yakni kewajiban kembali bertugas di daerah asal setelah menyelesaikan pendidikan spesialis.

“Harapannya, lulusan PPDS Universitas Ciputra tidak hanya unggul secara akademik dan klinis, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat di daerah yang selama ini kekurangan tenaga medis spesialis,” tambahnya.

Selain Obgyn, Program Pendidikan Dokter Spesialis Bedah di FK UC dirancang mengikuti perkembangan teknologi kedokteran terkini. Kurikulum pendidikan menekankan penguasaan teknik operasi minimal invasif, yang kini menjadi standar dalam praktik bedah modern karena dinilai lebih efektif dan mempercepat proses pemulihan pasien.

“Perkembangan teknologi bedah sangat pesat. Karena itu, dokter spesialis bedah tidak cukup hanya menguasai teknik konvensional, tetapi juga harus kompeten dalam operasi minimal invasif agar kualitas layanan semakin optimal,” tutur Prof. Hendy.

Tak hanya itu, pembukaan PPDS Obgyn dan Bedah ini juga didukung dengan pembangunan tower pendidikan khusus Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra, yang dirancang sebagai pusat pendidikan kedokteran modern dan terintegrasi. 

"Keberadaan fasilitas ini memperkuat peran Universitas Ciputra sebagai kampus berdampak yang berkontribusi langsung dalam menjawab tantangan strategis nasional di bidang kesehatan," tutupnya.

 

Reporter: Amanah/Editor: Ais

 

Share:
Lentera.co.
Lentera.co.