TUBAN (Lentera) – Kapal tanker MT Abigail W kandas di perairan Pantai Panduri di Kecamatan Jenu, Tuban setelah terseret gelombang tinggi. Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tanjung Pakis, Captain Subuh Fakkurohman, mengatakan kapal tersebut kandas sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (21/1/2026).
“Kapal dilaporkan mengalami larat (jangkar terseret, red) akibat hantaman gelombang setinggi dua meter dan kecepatan angin yang mencapai 35 knots. Akibatnya, kapal kandas sekitar 60 meter dari bibir Pantai Panduri,” ungkap Captain Subuh Fakkurohman Kamis (22/1/2026).
Kapal milik PT Pertamina Trans Kontinental tersebut berangkat dari Pelabuhan Merak menuju Terminal Khusus (Tersus) Pertamina Patra Niaga Tuban. Namun, begitu sampai di laut Kawasan Jenu, kapal kapal terseret ke pantai Panduri.
Beruntung, dalam insiden yang menimpa kapal bertonase 1.738 Gross Tonage (GT) ini, tidak ada korban jiwa maupun kebocoran yang memicu pencemaran lingkungan. “Seluruh kru yang berjumlah 15 orang dalam kondisi selamat. Kerugian material dan pencemaran nihil,” katanya.
Atas kejadian tersebut, Quick Response Team dari KSOP Kelas III Tanjung Pakis berkoordinasi dengan agen kapal, operator Tersus Pertamina Patra Niaga, serta unsur pengamanan dari Polairud Polres Tuban dan TNI AD.
Satu unit Kapal Tunda (Tug Boat) TB. Transco Dara 3205 dikerahkan ke lokasi untuk melakukan proses assist atau bantuan evakuasi.
“Saat ini tindakan penanganan sedang dilakukan. Setelah berhasil lepas dari posisi kandas, kapal rencananya akan segera ditarik dan disandarkan di Dermaga 4 TPPI (Trans-Pacific Petrochemical Indotama) untuk pemeriksaan lebih lanjut,” tambah Subuh.
Pihak KSOP menyiapkan dua kapal tunda untuk untuk proses evakuasi. Dalam evakuasi KSOP tetap mempertimbangkan aspek cuaca ekstrem yang tengah melanda.
Pihak otoritas pelabuhan menghimbau kepada seluruh pengguna jasa maritim baik agen kapal maupun nahkoda di perairan untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca dan kecepatan angin yang masih fluktuatif dalam beberapa hari terakhir. (*)
Editor : Lutfiyu Handi




.jpg)
