MALANG (Lentera) - Revitalisasi Alun-alun Merdeka Kota Malang telah rampung 100 persen. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang memastikan ruang publik tersebut kini lebih ramah anak terutama dari sisi keamanan dan kenyamanan area bermain.
Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, menyampaikan pengunjung Alun-alun Merdeka selama ini didominasi oleh keluarga. Karena itu, revitalisasi dilakukan dengan menitikberatkan pada peningkatan kualitas fasilitas bermain anak.
"Sekitar 80 persen pengunjung Alun-alun Merdeka adalah keluarga. Biasanya orang tua datang bersama anak-anak, sehingga aspek keamanan menjadi perhatian utama," ujar Raymond, Kamis (22/1/2026).
Dijelaskannya, sebelum dilakukan revitalisasi, kondisi playground di Alun-alun Merdeka dinilai sudah tidak optimal. Sejumlah wahana permainan, khususnya yang berbahan besi, mengalami kerusakan dan berkarat sehingga berpotensi membahayakan anak-anak.
Melalui revitalisasi ini, menurutnya sebagian wahana telah diperbaiki dan dicat ulang, sementara sebagian besar lainnya diganti dengan fasilitas baru.
"Kurang lebih 80 persen wahana playground sekarang merupakan fasilitas baru. Selain itu, alas playground juga diganti dengan material yang lebih aman untuk anak-anak," jelasnya.
Raymond menambahkan, aspek keamanan juga diperhatikan melalui penggunaan cat khusus pada wahana bermain. Cat yang digunakan diklaim telah teruji aman bagi anak-anak, sehingga orang tua tidak perlu khawatir saat anak bermain di area tersebut.
Selain playground, Raymond menyebut revitalisasi juga menghadirkan pembaruan pada fasilitas air mancur yang berada di tengah Alun-alun Merdeka. Jika sebelumnya air mancur berbentuk kolam, kini konsepnya diubah menjadi dry fountain atau air mancur taman tanpa kolam.
"Sistemnya sudah dirancang dengan aspek keselamatan, sehingga tidak membahayakan," ungkapnya.
Lebih lanjut, dengan luas kawasan Alun-alun Merdeka yang cukup besar, Raymond juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga keamanan dan kebersihan ruang publik tersebut.
Menurutnya, keberhasilan revitalisasi tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada perilaku pengunjung. "Kami berharap masyarakat yang berkunjung ikut menjaga kebersihan dan keamanan Alun-alun Merdeka," katanya.
DLH Kota Malang juga mengingatkan pengunjung agar memperhatikan etika penggunaan ruang publik, khususnya terkait aktivitas merokok. Mengingat Alun-alun Merdeka merupakan ruang terbuka yang juga diperuntukkan bagi anak-anak, pengunjung diimbau tidak merokok di area bermain.
"Harapannya, pengunjung yang merokok bisa memanfaatkan area tertentu dan tidak merokok di dekat playground atau area bermain anak," tegasnya.
Sementara itu, meskipun telah rampung 100 persen, Raymond menuturkan Alun-alun Merdeka saat ini masih belum kembali dibuka untuk publik. Menurutnya, pembukaan resmi alun-alun pasca revitalisasi direncanakan pada 28 Januari 2026 mendatang.
"Untuk pembukaan, rencana awal pada 28 Januari sambil menunggu kepastian jadwal Pak Wali Kota. Jadi bisa pagi, siang, ataupun malam," pungkasnya. (ADV)
Reporter: Santi Wahyu|Editor: Arifin BH




.jpg)
